Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?

AKURAT.CO Harimau Siberia bernama Altai yang menerkam seorang pengunjung hingga tewas di Yorkshire Wildlife Park, Inggris, dipastikan tidak akan dieutanasia (suntik mati) atau dibunuh. Keputusan pengelola taman satwa tersebut menjadi sorotan setelah insiden serangan harimau yang menewaskan seorang pria pada Sabtu (10/10/2026).
Pihak Yorkshire Wildlife Park menegaskan bahwa kondisi Altai baik dan hewan predator tersebut tetap berada di kandangnya. Pengelola juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang menyampaikan kekhawatiran mengenai nasib harimau Siberia itu.
Serangan harimau di Inggris tersebut terjadi setelah seorang pria dilaporkan memasuki area kandang Altai. Polisi memastikan tidak ada ancaman yang lebih luas terhadap keselamatan pengunjung maupun masyarakat setelah insiden fatal tersebut. Sementara itu, penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap secara lengkap bagaimana pria tersebut bisa masuk ke habitat harimau.
Pengunjung Diduga Memanjat Pembatas Kandang
Menurut laporan New York Post, Altai tidak mengalami luka dalam insiden tersebut dan masih berada di habitatnya. Petugas taman satwa bahkan dilaporkan melepaskan dua tembakan peringatan menggunakan senapan untuk mendorong harimau itu kembali ke area kandangnya setelah serangan terjadi.
Taman satwa kemudian dievakuasi dan tetap ditutup pada Minggu setelah insiden maut tersebut. Kepolisian South Yorkshire menyatakan menerima laporan sekitar pukul 13.35 waktu setempat pada Sabtu mengenai seorang pria yang masuk ke kandang harimau.
Korban mengalami luka fatal akibat serangan tersebut dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Polisi telah memberi tahu keluarga korban dan memastikan mereka mendapat pendampingan dari petugas khusus.
Penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan pria tersebut masuk ke area harimau. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan rekaman serangan yang beredar di internet.
Berdasarkan laporan New York Post, pria tersebut diduga memanjat pembatas yang memisahkan pengunjung dari habitat harimau. Area pengamatan dilengkapi pagar pembatas dengan jarak sekitar tiga kaki, sedangkan kandang utama dikelilingi pagar setinggi sekitar 16 kaki.
Korban Sempat Meminta Orang Lain Memotretnya Bersama Harimau
Sebelum kejadian, pria tersebut dilaporkan terlihat berpose untuk difoto dengan harimau sebagai latar belakang. Peristiwa itu berlangsung di Yorkshire Wildlife Park, dekat Doncaster, Inggris.
Sejumlah saksi mengatakan kepada New York Post bahwa pria tersebut terlihat menari sambil menggunakan AirPods. Ia juga disebut tampak mempersiapkan diri sebelum akhirnya memanjat masuk ke habitat harimau.
Salah seorang saksi mengaku pria tersebut sempat meminta bantuan untuk mengambil fotonya bersama harimau. “Permisi, bisakah Anda mengambil foto saya dengan harimau itu?” demikian perkataan pria tersebut menurut kesaksian yang dikutip New York Post.
=====
Tidak lama setelah itu, pria tersebut terlihat memasuki kandang. Hingga kini, alasan yang mendorongnya mendekati harimau dan masuk ke habitat satwa tersebut belum diketahui secara pasti.
Polisi masih menyelidiki keadaan yang melatarbelakangi kematian korban. Identitas pria tersebut tidak diungkapkan dalam laporan yang menjadi sumber pemberitaan ini.
Altai Dipelihara untuk Program Pengembangbiakan Harimau Langka
Altai merupakan harimau Siberia dengan berat sekitar 420 pon atau 190 kilogram. Ia tinggal bersama seekor harimau betina bernama Tschuna di Yorkshire Wildlife Park.
Keduanya dipasangkan sebagai bagian dari program pengembangbiakan harimau Siberia, spesies yang menghadapi ancaman terhadap kelangsungan hidupnya di alam liar.
Habitat kedua harimau tersebut memiliki luas sekitar dua hektare, dilengkapi area pepohonan serta kolam dengan air terjun. Fasilitas itu dirancang untuk memberikan ruang bagi satwa agar dapat bergerak dan menjalani aktivitas alaminya.
Pengunjung dapat mengamati harimau dari area pengamatan yang telah ditentukan. Setelah serangan yang menewaskan seorang pengunjung tersebut, perhatian kini tertuju pada penyelidikan polisi sekaligus langkah pengelola dalam menjaga keselamatan pengunjung dan kesejahteraan satwa.
Keputusan untuk tidak menidurkan Altai menunjukkan bahwa harimau tersebut tidak otomatis akan dibunuh setelah insiden fatal itu. Namun, penyelidikan mengenai bagaimana korban dapat memasuki kandang masih menjadi bagian penting untuk memahami kejadian tersebut.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







