Akurat Logo

Diam Mengalahkan Bully, Ini Penjelasannya

| 1 September 2022, 20:25 WIB
Diam Mengalahkan Bully, Ini Penjelasannya

AKURAT.CO, Dunia digital dan nyata memang tidak terpisahkan. Kini, bisa dibilang yang dilakukan di dunia nyata berpindah ke ruang digital. Salah satunya, perilaku negatif seperti perundungan atau bully yang semakin marak terjadi secara online.

Eko selaku Dosen Ilmu Komunikasi dan Sekretaris PWI Jatim, Dr. Cand. Drs.Eko Pamuji, M.I.Kom mengatakan perundungan di dunia maya (cyberbullying) merupakan tindakan agresif seseorang atau sekelompok terhadap oranglain yang lebih lemah (secara fisik maupun mental) dengan menggunakan media digital. Perilaku negatif ini memunculkan rasa takut korban, bahkan dapat terjadi kekerasan fisik di dunia nyata.

“Bully itu bukan bagian dari kebudayaan kita. Itu sudah jelas bertentangan dengan nilai Pancasila, terutama sila kedua. Membully itu bagian dari tidak memanusiakan manusia,” kata Eko.

Eko menilai bahwa korban cyberbullying akan selalu merasa depresi. Mereka juga memiliki masalah kepercayaan dengan oranglain, karena tidak diterima oleh rekan-rekannya. Pada kasus esktrem, korban bahkan memilih untuk melakukan bunuh diri.

Selain itu, Eko menyarankan cara terampuh mengatasi bully adalah diam. Yang dimaksud diam disini bukan mengalah, tapi teknik agar orang yang membully mereda dengan sendirinya.

"Ketika dibuli, yang paling ampuh mengalahkan bully adalah diam. Diam disini bukan bermaksud mengalah, tapi teknik agar ketika orang membuli kita dan kita tidak berkomentar apapun, mereka akan mereda sendiri, sehingga tidak terjadi polemik," tambahnya.

“Kalau kita membalas dengan kalimat-kalimat, nanti justru terjadi saling balas. Akan lebih baik kalau saling berbalas pantun dibanding saling berbalas buli,” jelasnya.

Seperti diketahui, menurut survey UNICEF pada 2021, sebanyak 45 persen dari 2777 anak muda usia 14-24 tahun pernah mengalami cyberbullying. Tercatat 30 persen korban meresponnya dengan membiarkan kasus.

Terkait dengan perundungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI terus melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Tujuannya, agar memiliki etika berdigital.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.