Akurat Logo

3 Jurus Menteri Teuku Riefky Perkuat Industri Kreatif Indonesia

Esha Tri Wahyuni | 24 Oktober 2026, 08:10 WIB
 3 Jurus Menteri Teuku Riefky Perkuat Industri Kreatif Indonesia
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan tiga inisiatif kolaboratif untuk memperkuat pengembangan industri kreatif nasional.

Program tersebut mencakup penyusunan model data ekonomi kreatif, penerbitan outlook ekonomi kreatif Indonesia 2026–2027, serta pengembangan akademi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja kreatif.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan, pengembangan ekosistem ekonomi kreatif membutuhkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai potensi, tantangan, dan kebutuhan pelaku industri.

Baca Juga: Wamenekraf Minta Pelaku Usaha Tak Terjebak Perang Harga: Fokus pada Otensitas Produk

Data dan kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mendukung penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Ambisi kita adalah untuk menciptakan nilai yang lebih besar dan membangun kehidupan yang lebih baik dari kreativitas mereka,” ujar Riefky dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Inisiatif pertama adalah Creative Economy Data Model (CEDM), yang dalam naskah disebut dikembangkan bersama Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia atau World Intellectual Property Organization (WIPO).

Model ini dirancang untuk memetakan ekosistem ekonomi kreatif melalui tiga dimensi, yakni lingkungan pendukung kreativitas, sumber daya untuk kreativitas, dan nilai yang dihasilkan industri kreatif.

Dimensi lingkungan pendukung kreativitas mencakup kekayaan intelektual, tata kelola, serta kondisi sosial dan budaya. Sementara itu, aspek sumber daya meliputi talenta, infrastruktur, pembiayaan, dan akses pasar. Adapun dimensi nilai berfokus pada penciptaan kekayaan intelektual serta kontribusi sosial dan ekonomi dari aktivitas kreatif.

Baca Juga: Hekrafnas 2026 Digelar di 7 Provinsi dan 17 Negara, Gekrafs Perluas Pasar Kreatif Indonesia

Menurut Riefky, pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dan pelaku industri mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, serta bidang yang membutuhkan dukungan kebijakan.

“Bersama-sama, dimensi ini membantu kita mengetahui kelemahan, kekuatan, dan di mana kebijakan dapat membuat kreativitas bertahan,” katanya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.