Kemitraan Kemenparekraf dan Kumpul.id Berhasil Tingkatkan Kelangsungan Hidup Startup Hingga 60 Persen

AKURAT.CO Dinamika ekonomi digital Indonesia bertumbuh dalam angka positif tiap tahun menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional menjadikannya potensi untuk terus dieksplorasi peluangnya.
Ekonomi digital Indonesia yang terus bertumbuh juga didukung dengan potensi kawasan ASEAN yang memiliki nilai ekonomi digital yang diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2025, dan diprediksi menyentuh nilai USD1 triliun pada tahun 2030.
Sebagian besar persentase angka tersebut pun dipastikan datang dari ekonomi digital Indonesia.
Potensi ini tentu saja tidak terlepas dari peran program inkubasi Baparekraf for Startup (BEKUP) yang diinisiasi oleh Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menciptakan ekosistem untuk mendukung startup digital dalam fase Pre-Seed pada tahapan Minimum Viable Product (MVP) hingga Product-Market Fit.
"Sejak diinisiasi pada tahun 2020, BEKUP bergerak sebagai ruang bagi pelaku startup digital, memberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis yang inovatif. Inisiatif ini mengakomodasi para founders startup untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," jelas Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf, Yuana Rochma Astuti.
BEKUP kini telah menjadi wadah bagi lebih dari 1.500 pelaku startup digital. Dan untuk memberikan dukungan yang lebih mendalam, Baparekraf telah berkolaborasi bersama para penggerak industri Indonesia, salah satunya Kumpul.id, yang merupakan ecosystem enabler terbesar di Indonesia telah menjadi strategic partners dalam pelaksanaan BEKUP.
Melalui jaringan mentor pada ekosistem Kumpul.id yang luas membawa startup ke jalur pertumbuhan yang lebih cepat.
Melalui mentorship strategis, peluang jaringan dan akses ke investor maupun potensi kemitraan, Baparekraf memungkinkan startup yang tergabung dalam setiap seri BEKUP untuk berkembang dengan cepat dan bersaing secara efektif di panggung nasional dan global.
"Kerja sama antara Kemenparekraf RI dan Kumpul.id melalui program BEKUP memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan startup digital di Indonesia, tidak hanya pada pemberdayaan bisnisnya namun juga membangun talenta-talenta startup dengan jaringan mentor yang dibutuhkan oleh para pegiat startup digital Indonesia," lanjut Yuana.
Kerja sama Baparekraf dan Kumpul.id telah membantu memfasilitasi kebutuhan startup pada proses mereka dalam mengembangkan bisnisnya hingga perjalanannya untuk meningkatkan
value startup mereka.
Berdasarkan data program sejak 2020, BEKUP telah berhasil meningkatkan 15-50 persen pendapatan dari para startup terdampak yang telah mengikuti rangkaian program inkubasi.
Tidak hanya itu, dalam prosesnya untuk turut memfasilitasi talenta-talenta startup, BEKUP juga berhasil menekan rata-rata tingkat kelangsungan hidup startup hingga 60 persen.
Seperti diketahui, banyak faktor yang menyebabkan perusahaan startup mengalami kegagalan, salah satunya adalah kurangnya pengalaman dan visi yang jelas dari pendirinya.
Dengan meningkatnya angka kelangsungan hidup startup hingga 60 persen, BEKUP telah terbukti mampu menjawab kebutuhan para pendiri startup melalui fasilitas mentor, modul dan peluang
untuk bisa berjejaring dengan mitra strategis hingga akses ke pendanaan.
"Orang yang (bisa) mengerti bisnis kita ini sangat penting (dalam pengembangan bisnis) dan pelatihan yang diberikan tepat dengan apa yang dibutuhkan untuk upgrade tim kami," kata Muhammad Rizza selaku Founder & CEO CexUp, yang merupakan salah satu startup terdampak dari program BEKUP 2023.
Mega Prawita, selaku Managing Director Kumpul.id, menambahkan bahwa kerja sama bersama Baparekraf Kemenparekraf mampu memberikan peluang lebih besar untuk startup Indonesia.
"Program BEKUP menjadi satu tonggak penting untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan performa startup Indonesia. Dengan kolaborasi ini, diharapkan dampak yang dihasilkan tidak hanya signifikan, tetapi juga memberikan dorongan kuat bagi perkembangan ekosistem startup, menciptakan inovasi berkelanjutan, dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian digital Indonesia," paparnya dalam keterangan pers, Jumat (23/2/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 3Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 6Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 8Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver
- 10Presiden Prabowo Minta Perekrutan TNI-Polri Tidak Melulu Lihat Fisik, Boleh Berkacamata Asal Pintar





