Akurat Logo

Algatek Menang Startup World Cup Indonesia, Siap Bertarung di AS

Andi Syafriadi | 7 Oktober 2026, 14:30 WIB
Algatek Menang Startup World Cup Indonesia, Siap Bertarung di AS
Algatek Karbon Nusantara menjadi Regional Champion Startup World Cup Indonesia 2026 dan akan mewakili Indonesia dalam ajang global di San Francisco. - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Startup Algatek Karbon Nusantara ditetapkan sebagai Regional Champion Startup World Cup Indonesia 2026. Capaian itu membawa perusahaan rintisan tersebut menjadi wakil Indonesia dalam Startup World Cup 2026 di San Francisco, Amerika Serikat.

Algatek menjadi pemenang setelah bersaing dalam National Final Global Investment Gateway – Road to Startup World Cup 2026 yang digelar Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Pegasus Tech Ventures di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Algatek harus melewati proses pitching dan penilaian dewan juri sebelum ditetapkan sebagai Regional Champion.

Baca Juga: Startup RI Diburu Investor Global? Ini Syarat yang Didorong Kementerian UMKM

Posisi tersebut membuat Algatek akan mewakili Indonesia dalam ajang Startup World Cup 2026 di San Francisco. Di sana, Algatek akan berhadapan dengan startup dari berbagai negara.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan kompetisi tersebut bukan sekadar ajang untuk memperkenalkan produk startup.

Menurut dia, keterhubungan dengan investor menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan startup dalam mengembangkan skala bisnis.

“Startup membutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi dengan pasar, modal, talenta, dan jejaring,” kata Riza di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Dalam kompetisi nasional tersebut, Algatek menjadi satu dari 10 startup yang masuk dalam tahap National Final. Peserta lainnya adalah NutriAI, Logice, LadangGo, Dit Réveille, Indoteknisi, SHEEPIN, RideCheck, Include, dan EasyTax.

Kesepuluh startup tersebut membawa solusi teknologi dari berbagai sektor. Bidangnya mencakup kesehatan, logistik, agrifood, teknologi iklim, ekonomi sirkular, konstruksi, peternakan, manajemen armada, industri, serta akuntansi dan perpajakan.

Kementerian UMKM menilai keberadaan startup dari berbagai sektor tersebut menunjukkan luasnya ruang pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi di Indonesia.

Namun, tantangan startup tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk. Riza menekankan pentingnya model bisnis yang kuat serta kesiapan perusahaan untuk berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga: Kemendag Siapkan Branding untuk 500 UMKM, Seleksi Usai TEI 2026

“Startup tidak cukup hanya memiliki produk inovatif, tetapi juga membutuhkan model bisnis yang kuat dan kesiapan untuk tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.