Akurat Logo

Startup RI Diburu Investor Global? Ini Syarat yang Didorong Kementerian UMKM

Andi Syafriadi | 7 Oktober 2026, 14:27 WIB
Startup RI Diburu Investor Global? Ini Syarat yang Didorong Kementerian UMKM
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong startup Indonesia tidak hanya mengejar inovasi produk, tetapi juga memperkuat kesiapan bisnis agar mampu mengakses pendanaan dan pasar global.

Upaya itu dilakukan melalui kolaborasi Kementerian UMKM dengan Pegasus Tech Ventures dalam program Global Investment Gateway – Road to Startup World Cup 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan akses terhadap investor menjadi bagian penting dalam pengembangan startup nasional. Menurut dia, perusahaan rintisan perlu memiliki kemampuan untuk mencari sumber pendanaan yang lebih beragam sekaligus membangun jaringan bisnis di luar negeri.

Baca Juga: Kementerian UMKM Susun Standar Layanan, Waktu Pengurusan Diperjelas

“Startup Indonesia perlu dipersiapkan agar semakin mampu mengakses sumber pendanaan yang lebih beragam dan memperluas jejaring ke tingkat global,” kata Riza, Rabu (7/10/2026).

Menurut Riza, pengembangan startup tidak cukup hanya mengandalkan pelatihan dan pendampingan. Startup juga perlu diperkuat dari sisi digitalisasi, pemasaran, legalitas, sertifikasi, pembiayaan, permodalan, hingga keterhubungan dengan rantai pasok dan program strategis pemerintah.

Pendekatan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Regulasi tersebut mengarahkan pembangunan ekosistem kewirausahaan secara terintegrasi dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, investor, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.

Bagi startup, kebutuhan tersebut menjadi penting karena pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan produk atau teknologi. Kemampuan mengembangkan model bisnis, memperoleh pasar, dan mendapatkan modal turut menentukan keberlanjutan perusahaan rintisan.

Riza mengatakan pertemuan langsung dengan investor dapat memberikan manfaat lebih luas bagi startup. Selain membuka peluang pendanaan, interaksi tersebut dapat digunakan untuk menguji kelayakan model bisnis sekaligus memahami kebutuhan pasar.

“Startup membutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi dengan pasar, modal, talenta, dan jejaring. Karena itu, startup tidak cukup hanya memiliki produk inovatif, tetapi juga membutuhkan model bisnis yang kuat dan kesiapan untuk tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: Kementerian UMKM: Pelaku Usaha Dapat Hak Negosiasi 90 Hari di Platform Digital

Dalam program tersebut, 10 startup mengikuti National Final Global Investment Gateway – Road to Startup World Cup 2026. Mereka adalah NutriAI, Logice, LadangGo, Algatek, Dit Réveille, Indoteknisi, SHEEPIN, RideCheck, Include, dan EasyTax.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.