Startup RI Diburu Investor Global? Ini Syarat yang Didorong Kementerian UMKM

AKURAT.CO Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong startup Indonesia tidak hanya mengejar inovasi produk, tetapi juga memperkuat kesiapan bisnis agar mampu mengakses pendanaan dan pasar global.
Upaya itu dilakukan melalui kolaborasi Kementerian UMKM dengan Pegasus Tech Ventures dalam program Global Investment Gateway – Road to Startup World Cup 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan akses terhadap investor menjadi bagian penting dalam pengembangan startup nasional. Menurut dia, perusahaan rintisan perlu memiliki kemampuan untuk mencari sumber pendanaan yang lebih beragam sekaligus membangun jaringan bisnis di luar negeri.
Baca Juga: Kementerian UMKM Susun Standar Layanan, Waktu Pengurusan Diperjelas
“Startup Indonesia perlu dipersiapkan agar semakin mampu mengakses sumber pendanaan yang lebih beragam dan memperluas jejaring ke tingkat global,” kata Riza, Rabu (7/10/2026).
Menurut Riza, pengembangan startup tidak cukup hanya mengandalkan pelatihan dan pendampingan. Startup juga perlu diperkuat dari sisi digitalisasi, pemasaran, legalitas, sertifikasi, pembiayaan, permodalan, hingga keterhubungan dengan rantai pasok dan program strategis pemerintah.
Pendekatan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Regulasi tersebut mengarahkan pembangunan ekosistem kewirausahaan secara terintegrasi dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, investor, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.
Bagi startup, kebutuhan tersebut menjadi penting karena pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan produk atau teknologi. Kemampuan mengembangkan model bisnis, memperoleh pasar, dan mendapatkan modal turut menentukan keberlanjutan perusahaan rintisan.
Riza mengatakan pertemuan langsung dengan investor dapat memberikan manfaat lebih luas bagi startup. Selain membuka peluang pendanaan, interaksi tersebut dapat digunakan untuk menguji kelayakan model bisnis sekaligus memahami kebutuhan pasar.
“Startup membutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi dengan pasar, modal, talenta, dan jejaring. Karena itu, startup tidak cukup hanya memiliki produk inovatif, tetapi juga membutuhkan model bisnis yang kuat dan kesiapan untuk tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Kementerian UMKM: Pelaku Usaha Dapat Hak Negosiasi 90 Hari di Platform Digital
Dalam program tersebut, 10 startup mengikuti National Final Global Investment Gateway – Road to Startup World Cup 2026. Mereka adalah NutriAI, Logice, LadangGo, Algatek, Dit Réveille, Indoteknisi, SHEEPIN, RideCheck, Include, dan EasyTax.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Bersamaan dengan Putusan MK soal Gibran, Ada Apa?
- 9Kekayaan Negara Rp13,2 Triliun Diselamatkan, Prabowo: Bisa untuk Naikkan Gaji Guru dan Bantu Orang-orang Lapar
- 10Gibran Ogah Mundur, Denny Indrayana Dorong Pemakzulan








