Kemenkop Gandeng Komdigi Digitalisasi KDMP
Hefriday | 27 Agustus 2025, 16:23 WIB

AKURAT.CO Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjalin kolaborasi strategis untuk mempercepat digitalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Kerja sama ini difokuskan pada penguatan Sistem Informasi Koperasi Desa (Si Kopdes) sebagai wadah digital yang mendukung pengelolaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, menegaskan langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan ekosistem digital koperasi yang lebih inklusif dan terintegrasi.
“Kami berkolaborasi untuk mewujudkan digitalisasi koperasi di Indonesia, terutama memperkuat ekosistem digital dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih,” kata Budi Arie dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Menurutnya, ada lima isu strategis yang menjadi fokus kerja sama Kemenkop dan Komdigi. Kelima isu tersebut meliputi penguatan konektivitas jaringan, pembangunan data center, pengembangan aplikasi platform, pengelolaan komunikasi publik, serta pelatihan literasi digital dan pengembangan talenta digital bagi sumber daya manusia koperasi.
Budi menjelaskan, seluruh informasi terkait pelatihan maupun pembaruan data koperasi akan diintegrasikan melalui microsite Si Kopdes. Dengan cara ini, koperasi desa di seluruh Indonesia dapat mengakses informasi, melakukan pembaruan mandiri, serta mendapatkan panduan terkait pengelolaan koperasi berbasis digital.
“Microsite Si Kopdes kami rancang sebagai pusat informasi digitalisasi koperasi. Semua pelatihan, sosialisasi, hingga pembaruan data nantinya dapat dilakukan lebih mudah dan transparan,” ujarnya.
Dari sisi lain, Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, menegaskan pihaknya akan memastikan tersedianya infrastruktur digital yang memadai sebagai pondasi utama digitalisasi koperasi.
Menurutnya, prioritas utama adalah memperkuat konektivitas di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) yang seringkali tidak terlayani secara komersial.
“Kami ada program untuk daerah 3T yang memang tidak terlayani secara komersial. Itu wilayahnya Komdigi untuk memastikan ketersediaan konektivitas,” ungkap Ismail.
Dirinya menambahkan, Komdigi akan memaksimalkan penggunaan koneksi satelit di 27.800 titik akses internet di seluruh Indonesia. Dengan demikian, koperasi desa di wilayah terpencil tetap bisa terhubung dengan sistem digital nasional dan menikmati akses yang sama seperti di daerah perkotaan.
Ismail menekankan, ketersediaan bandwidth yang memadai juga akan menjadi perhatian utama agar layanan Si Kopdes dapat beroperasi optimal.
“Konektivitas tanpa bandwidth yang memadai tidak akan efektif. Karena itu, kami pastikan jaringan yang ada bisa mendukung operasional digital koperasi,” ujarnya.
Kolaborasi Kemenkop dan Komdigi diharapkan mampu memperkuat tata kelola koperasi desa sekaligus meningkatkan daya saingnya di era digital. Pemerintah juga menargetkan program ini dapat menjadi tonggak awal digitalisasi koperasi nasional yang menjangkau hingga ke pelosok negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










