Akurat

Dukung Ekonomi Rakyat, KAI Bina Ratusan UMKM Lewat Program MiKA

Hefriday | 26 Juli 2025, 12:30 WIB
Dukung Ekonomi Rakyat, KAI Bina Ratusan UMKM Lewat Program MiKA

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tidak hanya menjalankan perannya sebagai penyedia layanan transportasi publik, tetapi juga aktif membangun ekosistem ekonomi kerakyatan.

Melalui program unggulan bertajuk MiKA (Mitra KAI), perusahaan pelat merah ini mendorong kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dari berbagai daerah di Indonesia.

Sepanjang semester pertama tahun 2025, KAI tercatat telah memberikan manfaat kepada 431 pelaku UMKM yang tergabung dalam program MiKA. Executive Vice President of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, mengatakan bahwa dukungan terhadap UMKM menjadi bagian penting dari strategi transformasi korporasi.

Program ini mencakup pembiayaan langsung, peningkatan kapasitas, hingga perluasan akses pasar domestik maupun internasional.

Baca Juga: Creative Space KAI Hidupkan Stasiun Jadi Pusat UMKM dan Wisata Keluarga

"Selama enam bulan pertama 2025, kami mengalokasikan dana sebesar Rp3,05 miliar untuk pengembangan UMK binaan. Sekitar Rp800 juta kami salurkan langsung dalam bentuk pendanaan, sementara sisanya digunakan untuk pelatihan, pameran, hingga ekspor," ujar Agus dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/7/2025).

MiKA menjadi program payung yang menaungi berbagai inisiatif pemberdayaan UMKM. Di antaranya, MiKA Exhibition yang memberikan ruang promosi produk, MiKA Creative Space sebagai tempat kolaborasi dan pendampingan usaha, MiKA Hasanah dan MiKA Next Class yang fokus pada peningkatan kompetensi dan sertifikasi, serta MiKA Go Global yang mendorong ekspansi pasar ke tingkat internasional.

Menurut Agus, upaya tersebut bukan sekadar bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi merupakan investasi strategis dalam membangun ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa KAI berkomitmen memastikan bahwa kemajuan perusahaan juga berdampak langsung bagi masyarakat di sepanjang jalur kereta dan stasiun.

"Di balik peningkatan jumlah pelanggan, terdapat denyut kehidupan ekonomi yang ikut bergerak. Ketika UMKM kami fasilitasi dengan pelatihan, panggung pameran, hingga peluang ekspor, kami sedang mengantarkan mereka ke masa depan yang lebih baik," ujar Agus.

Salah satu capaian penting dalam program MiKA adalah keberhasilan membawa merek lokal ke ajang internasional. Dalam semester pertama tahun ini, dua mitra binaan KAI, Herviolet dan Bloom with Kaia, berpartisipasi dalam pameran Fashion World Tokyo (FaW TOKYO) yang berlangsung pada 26–28 Maret 2025 di Tokyo Big Sight, Jepang. Partisipasi ini menandai langkah awal UMKM lokal menembus pasar global.

Baca Juga: Diskon Tiket KAI 30 Persen Berlaku hingga 31 Juli 2025, Simak Inilah Cara Mendapatkannya dengan Akurat!

Tak berhenti di situ, KAI juga memfasilitasi Kayana by Tyaoza dan Identix Batik Tulis untuk ambil bagian dalam 19th International Apparel & Textile Fair (IATF) yang digelar di Festival Arena, Dubai pada 20–22 Mei 2025. Kehadiran merek-merek lokal tersebut di panggung internasional menjadi bukti bahwa produk dalam negeri mampu bersaing dan diminati pasar global.

"Seluruh inisiatif ini selaras dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan manusia sebagai pusat pertumbuhan. Kami ingin memastikan UMKM tidak tertinggal dalam arus globalisasi, melainkan menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi nasional," ungkap Agus.

Dengan jaringan rel kereta api yang menjangkau dari pusat kota hingga ke daerah pelosok, KAI berupaya menjadikan setiap stasiun bukan sekadar titik perpindahan, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi. KAI ingin menciptakan ruang bertumbuh bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, yang kerap terkendala akses pasar dan permodalan.

Transportasi massal, menurut Agus, kini tidak hanya berbicara tentang kecepatan dan efisiensi, tetapi juga tentang dampak sosial dan ekonomi. “Kereta api bukan hanya soal ketepatan waktu dan kenyamanan, tapi juga tentang bagaimana kami hadir untuk rakyat. Ketika UMKM naik kelas, kita sedang membangun masa depan Indonesia bersama,” tambahnya.

Data internal KAI mencatat bahwa selama Semester I-2025, perusahaan berhasil melayani 240.906.117 pelanggan, meningkat 8,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Khusus untuk layanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang dikelola oleh KAI induk, tercatat 27.463.555 pelanggan, naik 7 persen dari 25.735.107 pelanggan pada Semester I-2024.

Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi sinyal positif bagi sektor transportasi publik. Namun, bagi KAI, pertumbuhan ini tidak akan bermakna jika tidak memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, melalui MiKA, perusahaan berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap langkah pembangunan juga membuka jalan bagi kesejahteraan rakyat kecil.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi