Akurat

Founder Makaroni SOS Berbagi Tips Genjot Jualan di Shopee

M. Rahman | 21 Juli 2025, 15:12 WIB
Founder Makaroni SOS Berbagi Tips Genjot Jualan di Shopee

AKURAT.CO Makaroni SOS UMKM tumbuh menjadi brand camilan lokal yang digemari konsumen di berbagai kota usai bermitra dengan Shopee.

Merek cemilan asal asal Krian, Sidoarjo, yang didirikan oleh Ahmad Adi Sudrajat di usia 23 tahun ini telah berhasil melewati berbagai rintangan bisnis. 

Ahmad Adi Sudrajat, Founder dari Makaroni SOS, memang sudah punya minat berbisnis yang tinggi sejak ia sekolah. Di SMA, ia mulai berjualan gantungan kunci hingga jajanan kampus.

Saat pandemi 2020, ia dan adiknya memutuskan untuk coba usaha snack rumahan, terinspirasi dari toko kecil milik ibu mereka. Dengan modal terbatas, kami mulai berjualan di Shopee dan malam pertama langsung ada pesanan.

Ia belajar banyak hal secara otodidak dari segi produksi, kemasan, hingga melayani pelanggan. Berbekal motto “Snack berkualitas yang sedang kamu inginkan dengan harga terjangkau,” tak disangka yang awalnya hanya puluhan pesanan per hari, kini bisa ribuan.

Sekarang, dari dapur kecil di Krian, kami bisa layani ribuan pesanan tiap hari dan bertumbuh bersama Shopee.

Kompetitif

Industri snack makaroni bukanlah pasar yang sepi pesaing melainkan masuk kategori red ocean atau kompetitif. Namun, Makaroni SOS berhasil membangun daya tarik tersendiri lewat cita rasa yang khas dan kualitas produk yang terjaga.

Berbagai varian dihadirkan untuk menjawab selera konsumen, mulai dari makaroni kering, makaroni mekar, hingga makaroni bumbu basah yang tengah populer. Semua diproduksi dengan bahan baku berkualitas dan dikemas secara higienis menggunakan standar food grade.

Yang membedakan, Makaroni SOS tak sekadar menjual camilan, tapi juga menjaga kepercayaan konsumen melalui kualitas, pengemasan yang aman, dan pelayanan yang cepat. Bahkan, Ahmad dan tim juga bekerja sama dengan UMKM sekitar untuk mendukung proses produksi, dengan tetap menerapkan standar kontrol kualitas yang ketat.

Baca Juga: Menggiurkan! Resep Sup Ayam Makaroni Khas Amerika ala Chef Devina Hermawan

Bergabung di Shopee sejak 2021 menjadi titik balik penting dalam perjalanan Makaroni SOS. Platform ini membuka akses pasar yang lebih luas dan mempertemukan produk rumahan mereka dengan konsumen dari berbagai daerah.

Tak hanya itu, Makaroni SOS juga terus melakukan peningkatan layanan dan mengikuti , berbagai program untuk terus upgrade pengetahuan tentang cara berjualan di Shopee. Yang semula 1 sampai 5 pesanan per hari, meningkat menjadi 50 pesanan per hari.

Peningkatan pesanan tersebut juga mendorong Makaroni SOS untuk menyerap lebih banyak karyawan, termasuk warga di area sekitarnya.Saat ini, Makaroni SOS bahkan mampu menerima hingga lebih dari 10.000 pesanan setiap harinya.

Ia mengakui platform Shopee menemani di setiap tahap perjalanan bisnis, mulai dari handling pesanan, menjaga rating, sampai memahami apa yang dibutuhkan konsumen hari ini.

"Dukungan ini membantu kami fokus pada hal penting lainnya, seperti menjaga kualitas, menjaga kepercayaan pelanggan, dan menciptakan produk yang relevan untuk pasar yang terus berkembang," ujar Ahmad dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).

Selama Makaroni SOS berjualan di Shopee, Makaroni SOS selalu merasakan pertumbuhan omzet dari tahun ke tahun. Peningkatan yang dialami dirasakan setiap tahunnya, termasuk dari sisi tenaga kerja yang awalnya hanya kurang dari 5 orang, kini sudah berkembang menjadi sekitar 30 karyawan.

Makaroni SOS juga aktif menggunakan berbagai fitur Shopee untuk mendukung operasional, seperti Shopee Live, Shopee Video, Affiliate Marketing, dan berbagai fitur lainnya yang membantu pekerjaan harian tim.

Menjaga Asa

Bagi Ahmad, inovasi itu bisa dilakukan dengan cara sederhana. Terkadang, kita hanya perlu melihat lebih dekat ke sekitar, apa yang selama ini sudah akrab dan dicintai banyak orang, lalu coba kemas kembali dengan pendekatan yang baru.

"Makaroni pedas, misalnya, sudah lama jadi camilan favorit. Dengan perhatian yang lebih ke kualitas, rasa, pengemasan, dan konsistensi pelayanan, kita bisa membuat makaroni pedas menjadi produk yang dipercaya dan terus dicari,” tukas Ahmad.

Lebih dari itu, Ahmad juga ingin menunjukkan bahwa lokasi bukanlah batasan untuk berkarya. Meski berasal dari kota kecil seperti Krian di Sidoarjo, ia yakin pelaku usaha lokal tetap bisa bersaing di kancah nasional, bahkan internasional, selama memiliki semangat belajar dan tidak cepat puas.

Shopee dengan sistem yang terintegrasi, telah menjadi penggerak penting dalam memperluas jangkauan Makaroni SOS meskipun berlokasi di kota kecil seperti Kiran.

Sejak 2023, Ahmad dan timnya telah memanfaatkan Shopee Live untuk berinteraksi langsung dengan konsumen dan menjelaskan produk secara real-time. Kini, fitur tersebut menyumbang hingga 30% dari total penjualan harian, membuktikan efektivitasnya dalam membangun kepercayaan konsumen dan mendorong keputusan untuk pembelian.

Di samping itu, Shopee juga berhasil menghadirkan trafik dan sistem yang mendukung pertumbuhan pesanan Makaroni SOS dari waktu ke waktu. Salah satu momentum besar terjadi saat kampanye Ramadan 2025, dimana Makaroni SOS mengalami lonjakan pesanan hingga 4 kali lipat dibandingkan hari biasa.

Ahmad merespon lonjakan tersebut dengan mengimplementasikan strategi khusus, yaitu memfokuskan penjualan pada jajanan yang cocok untuk momen kumpul keluarga, menambah jumlah kru produksi hingga dua kali lipat, serta mengatur ulang manajemen produksi agar semua pesanan bisa ditangani secara tepat waktu dan tetap berkualitas.

“Ke depannya, kami ingin membawa Makaroni SOS melangkah lebih jauh menjangkau pasar di seluruh Indonesia, memperluas varian produk, hingga membawa cita rasa gurih dan pedas khas Indonesia menembus pasar global,” tukas Ahmad.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa