Akurat

Menko Zulhas Sosialisasikan Kopdes Merah Putih di Palembang

Hefriday | 16 Juni 2025, 17:19 WIB
Menko Zulhas Sosialisasikan Kopdes Merah Putih di Palembang
 
AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Perekonomian sekaligus Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, menyosialisasikan program Koperasi Merah Putih di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin (16/6/2025).
 
Sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat memahami tujuan dan manfaat koperasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
 
“Saya datang ke sini karena ternyata masih banyak masyarakat yang belum benar-benar memahami konsep Koperasi Merah Putih. Koperasi ini bukan sekadar tempat simpan pinjam, tapi sebuah bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi rakyat,” ujar Zulkifli Hasan dalam keterangannya, Senin (16/6/2025). 
 
Menurut Zulkifli, Koperasi Merah Putih dirancang untuk memiliki usaha produktif terlebih dahulu seperti penyediaan pupuk, sembako, dan alat pertanian. Setelah itu, baru kemudian dilengkapi dengan layanan simpan pinjam. Dengan model seperti ini, koperasi memiliki basis usaha riil yang kuat dan berkelanjutan.
 
“Ini berbeda dengan koperasi simpan pinjam biasa yang kadang tutup karena tidak ada usaha yang menopang. Koperasi Merah Putih memiliki platform pinjaman, tetapi dimulai dari usaha yang telah berjalan. Jadi ada ketahanan ekonomi di dalamnya,” katanya.
 
 
Pemerintah Kota Palembang menjadi salah satu pelaksana aktif program nasional ini. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk 107 Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh wilayah kelurahan kota tersebut. 
 
Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis mendorong pemerataan ekonomi hingga tingkat bawah. “Palembang sangat siap melaksanakan misi nasional ini. Kehadiran koperasi di kelurahan menjadi fondasi penting agar perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di pusat kota, tapi menjangkau lapisan masyarakat paling bawah,” ujar Ratu Dewa.
 
Dirinya juga menegaskan bahwa koperasi harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. Selain menciptakan lapangan kerja, koperasi juga berperan sebagai instrumen pemerataan distribusi pendapatan di daerah.
 
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyatakan dukungannya terhadap program Koperasi Merah Putih. Ia memaparkan, dari total 3.258 desa dan kelurahan di Sumsel, sudah 2.965 wilayah atau sekitar 91% yang melaksanakan musyawarah desa khusus (musdessus) sebagai bagian dari pembentukan koperasi.
 
“Sebanyak 1.822 desa telah resmi membentuk koperasi. Beberapa kabupaten seperti PALI, Musi Rawas, Ogan Ilir, OKI, Palembang, dan OKU Timur bahkan sudah mencapai 100 persen pembentukan koperasi,” kata Herman Deru.
 
Namun, ia juga mencatat bahwa masih ada beberapa daerah yang belum menyelesaikan pembentukan koperasi. Kabupaten Lahat tercatat baru mencapai 92%, Empat Lawang 90%, dan Banyuasin 78%. Pemerintah daerah pun diminta untuk mempercepat proses tersebut demi pemerataan program nasional.
 
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, juga menyoroti pentingnya pengawasan dana pinjaman koperasi yang mencapai Rp3 miliar per unit. Menurutnya, pengawasan harus ketat agar dana tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
 
“Setiap koperasi di desa akan memiliki unit usaha seperti agen elpiji, penyewaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penyedia sembako dengan harga grosir. Maka dari itu, kepala daerah harus ikut memastikan dana pinjaman digunakan sesuai tujuan,” tegas Herman.
 
Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) dan Keputusan Presiden (Keppres) untuk penguatan ekonomi desa. Satgas Pembentukan Koperasi Merah Putih pun telah dibentuk untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik di seluruh wilayah Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa