Menteri Maman: Warga Binaan Layak Dapat Kesempatan Kedua
Demi Ermansyah | 22 April 2025, 20:49 WIB

AKURAT.CO Stigma negatif terhadap warga binaan mulai digugat secara nyata melalui ajang Indonesia Prison Product and Art Festival (IPPA Fest) yang diinisiasi oleh Kemenimipas.
Dalam perhelatan yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (22/4/2025), Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut festival ini sebagai simbol transisi pola pikir terhadap warga binaan.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Kemenimipas. Hadirnya ajang seperti IPPA Fest ini menunjukkan adanya kepedulian yang kuat, serta transisi pola pikir kita dalam memandang warga binaan,” kata Maman dalam sambutannya.
Menurutnya, masyarakat kerap kali menilai warga binaan dari kesalahan masa lalu. Padahal, melalui karya-karya seni dan produk kerajinan yang ditampilkan dalam IPPA Fest, terlihat jelas adanya semangat perubahan dan tekad untuk berkontribusi bagi bangsa.
“Hari ini kita disadarkan bahwa warga binaan juga layak diberi kesempatan untuk memperbaiki masa depan mereka,” ujar Maman.
IPPA Fest menampilkan beragam produk buatan warga binaan, mulai dari kerajinan tangan, makanan, hingga karya seni. Festival ini menjadi ruang bagi publik untuk melihat langsung potensi kreatif dan produktif dari para narapidana.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Polisi (Purn) Agus Andrianto, menambahkan bahwa IPPA Fest bukan sekadar pameran produk.
"Ini adalah wujud nyata dari upaya kami memberi ruang dan peluang kepada warga binaan untuk tetap berkarya dan membuktikan diri,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ajang ini bertujuan menghubungkan warga binaan dengan sektor industri serta menumbuhkan harapan baru bagi mereka.
"Kami ingin mereka kembali ke masyarakat sebagai manusia yang utuh dan bermakna,” tegas Agus.
Melalui IPPA Fest, pemerintah ingin menunjukkan bahwa masa lalu tidak selalu mendefinisikan masa depan. Dengan pola pembinaan yang lebih humanis dan produktif, warga binaan bisa menjadi bagian penting dari ekosistem UMKM nasional.
Festival ini diharapkan menjadi momentum perubahan, baik dalam kebijakan maupun persepsi publik, terhadap para warga binaan yang sedang menata ulang hidup mereka dengan harapan baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








