Akurat

Mendag: Program Business Matching UMKM Bukukan Transaksi Rp220 Miliar

Hefriday | 15 April 2025, 17:51 WIB
Mendag: Program Business Matching UMKM Bukukan Transaksi Rp220 Miliar

AKURAT.CO Upaya pemerintah dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar ekspor kembali membuahkan hasil manis.

Lewat program business matching yang digelar Kementerian Perdagangan (Kemendag) selama Januari hingga Maret 2025, tercatat nilai transaksi mencapai USD13,86 juta atau sekitar Rp220 miliar lebih.

Angka fantastis itu terdiri dari pemesanan pembelian langsung (purchase order/PO) senilai USD3,91 juta dan potensi transaksi sebesar USD9,95 juta. Artinya, minat pasar luar negeri terhadap produk lokal masih sangat tinggi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa produk-produk UMKM Indonesia memang punya daya tarik tersendiri di mata dunia.

“Hal ini menunjukkan bahwa produk-produk UMKM dari Indonesia diminati pasar global,” kata Mendag Budi dalam keterangan, Selasa (15/4/2025).

Baca Juga: Danamon Gelar Business Matching Fair 2024, Fokus pada Sektor Kosmetik

Selama tiga bulan pertama tahun ini, Kemendag telah menyelenggarakan 219 kegiatan business matching. Aktivitas ini meliputi 145 sesi pitching antara pelaku UMKM dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri, serta 74 pertemuan dengan calon buyer dari berbagai negara.

Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi banyak pihak, khususnya para pembina UMKM.

“Pembina UMKM telah berperan aktif dalam membimbing serta merekomendasikan pelaku usaha binaan mereka. Kolaborasi yang solid ini menjadi faktor utama dalam meraih hasil yang maksimal,” jelas Puntodewi.

Dirinya juga menambahkan bahwa Kemendag akan terus memperkuat sinergi dan memperluas jaringan ekspor. Lewat program "UMKM BISA Ekspor", pelaku usaha dibimbing agar berani berinovasi dan mampu beradaptasi dengan permintaan global.

“Business matching akan terus berlanjut pada kuartal II-2025 dengan mempertahankan intensitas pelaksanaan serta melibatkan lebih banyak UMKM,” katanya.

Puntodewi juga menegaskan pentingnya kurasi produk agar sesuai dengan kebutuhan buyer.

Menariknya adalah, di bulan Maret saja, Kemendag sukses mencatatkan transaksi senilai USD5,09 juta. Nilai itu terdiri dari PO senilai USD563 ribu dan potensi transaksi sebesar USD4,53 juta.

Produk-produk lokal seperti camilan kacang, minuman herbal dari daun kelor, keripik tempe, hingga gerabah laris manis diborong buyer dari Jepang dan Arab Saudi.

“Selama Maret 2025, kegiatan business matching berhasil mempertemukan pelaku UMKM Indonesia dengan lebih dari 19 buyer yang berasal dari 15 negara mitra dagang,” tutur Puntodewi.

Dalam bulan itu, 138 UMKM ikut serta dan memamerkan produk-produk unggulan mereka, mulai dari makanan olahan, kosmetik, kopi, hingga furnitur dan produk herbal. Selain itu, ada pula partisipasi dari 18 pembina UMKM seperti BNI, BRI, LPEI, hingga Bank Indonesia dan Pelindo yang ikut mendampingi.

Kemendag juga mencatat, total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari–Februari 2025 mencapai USD41,18 miliar, naik 10,86% dibanding tahun sebelumnya. China, AS, India, dan Jepang jadi pasar ekspor utama dengan kontribusi hingga USD18,78 miliar.

Dengan dukungan penuh dari perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri seperti Atase Perdagangan, Konsul Perdagangan, dan ITPC, Kemendag optimistis tren positif ini bakal terus berlanjut.

“Kami akan terus mengawal setiap potensi transaksi hingga menjadi realisasi. Tantangan global tak menyurutkan semangat kami untuk membuka pasar baru dan memperluas perjanjian dagang,” tegas Puntodewi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa