Jangan Lengah! Arus Balik Lebaran Punya Peluang Bisnis Besar Loh

AKURAT.CO Lebaran selalu menjadi momen spesial bagi pelaku bisnis. Namun, kebanyakan usaha hanya fokus pada periode sebelum Lebaran, di mana permintaan melonjak tajam untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian, makanan, hingga tiket transportasi.
Setelah hari raya berlalu, banyak bisnis mengalami penurunan penjualan secara drastis. Padahal, gelombang arus balik Lebaran justru membuka peluang bisnis yang tak kalah menarik.
Dengan strategi yang tepat, pelaku usaha bisa tetap menjaga omzet bahkan setelah euforia Lebaran mereda.
Memahami Pola Perilaku Konsumen Pasca-Lebaran
Sebelum menyusun strategi bisnis yang efektif, penting untuk memahami pola perilaku konsumen setelah Lebaran. Biasanya, pasca-Lebaran, masyarakat cenderung mengalami perubahan dalam pola konsumsi:
1. Pemudik yang kembali ke kota besar mencari oleh-oleh khas daerah yang belum sempat dibeli.
2. Masyarakat mulai mengatur kembali keuangan setelah banyak pengeluaran selama Lebaran.
3. Karyawan yang baru menerima THR sebelum Lebaran kini kembali mengandalkan gaji bulanan, sehingga lebih selektif dalam berbelanja.
4. Banyak orang mencari promo untuk memenuhi kebutuhan setelah pulang mudik, seperti transportasi, akomodasi, dan hiburan.
Dengan memahami perilaku ini, pelaku usaha bisa menerapkan strategi yang tepat untuk menarik pelanggan di fase arus balik Lebaran.
Baca Juga: Musim Konser Tiba, Udah Siapin Budget-nya Belum? Cek Tips Keuangan Ini
Strategi Diskon Arus Balik untuk Menarik Konsumen
Diskon menjelang Lebaran sudah biasa, tapi bagaimana dengan diskon arus balik?
Ini bisa menjadi strategi yang cukup menarik bagi bisnis, terutama di sektor retail, transportasi, dan perhotelan. Beberapa ide promosi yang bisa diterapkan antara lain:
- Diskon khusus bagi pelanggan yang menunjukkan tiket perjalanan arus balik.
Misalnya, restoran atau kafe di stasiun dan bandara memberikan potongan harga bagi pelanggan yang menunjukkan tiket kereta atau pesawat mereka.
- Promo beli satu gratis satu untuk produk tertentuyang berkaitan dengan perjalanan atau kebutuhan setelah Lebaran.
- Paket bundling untuk produk yang sering dibutuhkan setelah Lebaran, seperti vitamin, camilan perjalanan, atau produk perawatan tubuh.
Menawarkan Produk Khas Daerah untuk Pemudik
Banyak pemudik yang pulang ke kota besar dengan membawa oleh-oleh khas daerah.
Ini bisa menjadi peluang besar bagi UMKM dan bisnis kuliner lokal untuk tetap mendapatkan pemasukan setelah Lebaran. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:
- Membuka stand atau pop-up store di rest area, bandara, terminal, dan stasiun.
- Bekerja sama dengan toko oleh-oleh online untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
- Menawarkan paket oleh-oleh hemat untuk menarik pemudik yang mencari opsi oleh-oleh praktis dan terjangkau.
Strategi Pemasaran Ulang bagi UMKM
Setelah Lebaran, banyak UMKM mengalami penurunan penjualan. Namun, dengan strategi pemasaran ulang yang kreatif, bisnis bisa tetap bertahan dan bahkan meningkatkan omzet. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
Baca Juga: 3 Tips Keuangan untuk Bayar Cicilan KPR di Tengah Kenaikan Suku Bunga BI
- Memanfaatkan media sosial untuk membangun engagement dengan pelanggan pasca-Lebaran, seperti mengadakan giveaway atau diskon spesial untuk pelanggan yang sudah membeli sebelum Lebaran.
- Menawarkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasca-Lebaran seperti makanan sehat untuk detox setelah banyak makan berat selama Lebaran.
- Memanfaatkan strategi referral dengan memberikan insentif kepada pelanggan yang merekomendasikan produk ke teman atau keluarga mereka.
Menyesuaikan Strategi Iklan dan Promosi Digital
Setelah Lebaran, pola konsumsi masyarakat berubah, begitu juga dengan kebiasaan online mereka.
Oleh karena itu, strategi pemasaran digital juga perlu disesuaikan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:
- Menggunakan Google Ads dan Facebook Ads dengan target pemudik yang baru kembali ke kota besar.
- Membuat konten organik di media sosial yang relevan dengan kondisi pasca-Lebaran, seperti tips mengatur keuangan setelah mudik atau rekomendasi produk untuk kembali produktif setelah libur panjang.
- Mengoptimalkan email marketing dengan menawarkan promo khusus untuk pelanggan yang sudah pernah membeli sebelumnya.
Kolaborasi dengan Bisnis Lain untuk Meningkatkan Penjualan
Kolaborasi bisa menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan daya tarik bisnis pasca-Lebaran. Misalnya:
- Kerja sama antara toko oleh-oleh dan jasa pengiriman untuk memudahkan pelanggan yang ingin mengirim oleh-oleh ke kerabat di kota lain.
Baca Juga: 4 Tips Keuangan Rencanakan Liburan, Bagi Kamu Para Orang tua Milenial
- Kolaborasi antara hotel dan restoran untuk menawarkan paket diskon bagi wisatawan yang memperpanjang liburan setelah Lebaran.
- Kemitraan antara UMKM lokal dan marketplace untuk memperluas jangkauan produk mereka ke pasar yang lebih besar.
Arus balik Lebaran bukan hanya tentang perjalanan pulang ke kota, tetapi juga peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan dengan strategi yang tepat.
Dengan memahami pola konsumsi masyarakat setelah Lebaran dan menerapkan strategi pemasaran yang kreatif, bisnis bisa tetap bertahan bahkan setelah puncak penjualan Lebaran berlalu.
Mulai dari diskon arus balik, pemasaran ulang bagi UMKM, hingga strategi digital yang lebih relevan, semua langkah ini bisa membantu pelaku usaha menjaga omzet dan memperluas jangkauan pasar mereka.
Jadi, jika selama ini bisnis Anda hanya fokus pada momen sebelum Lebaran, kini saatnya memanfaatkan peluang besar di gelombang arus balik!
Dengan strategi yang tepat, omzet bisnis bisa tetap stabil bahkan setelah euforia Lebaran berakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








