Akurat

Menteri Maman Dorong UMKM Jadi Motor Penggerak Program MBG

Demi Ermansyah | 14 Januari 2025, 20:37 WIB
Menteri Maman Dorong UMKM Jadi Motor Penggerak Program MBG

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk terlibat aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dimana menurut, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menilai program ini menjadi kesempatan emas bagi UMKM untuk mengembangkan usaha mereka melalui pola kemitraan.

“Dengan pola kemitraan, UMKM tidak hanya terlibat dalam produksi, tetapi juga mendapatkan manfaat langsung untuk pengembangan usaha mereka,” jelas Maman saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa (14/1/2025).

Baca Juga: MBG Terbukti Atasi Permasalahan Gizi di Indonesia

Pola kemitraan yang dimaksud termasuk pembentukan dapur bersama, yang memungkinkan UMKM menjadi bagian dari rantai produksi makanan bergizi. Tak hanya itu, UMKM juga dapat terlibat dalam penyediaan bahan baku, produksi makanan siap saji, hingga distribusinya.

“Melalui keterlibatan di berbagai sektor ini, UMKM bisa membuka peluang baru sekaligus memperkuat posisinya dalam rantai pasok pangan nasional,” lanjutnya.

Maman menambahkan bahwa program MBG dirancang tidak hanya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi juga untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

UMKM yang terlibat diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk mereka, menjangkau pasar yang lebih luas, dan memperkuat posisi sebagai tulang punggung perekonomian.

“Ini adalah kesempatan yang tidak boleh kita lewatkan. Dengan dukungan pemerintah, UMKM bisa mengambil peran besar dalam memastikan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dengan program seperti ini, pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk memberdayakan UMKM, menjadikan mereka motor penggerak ekonomi dan pelaku utama dalam menciptakan ketahanan pangan nasional.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.