Akurat

Komisi VII Dorong Pemangku Kepentingan Majukan IKM Lampung

Hefriday | 29 November 2024, 18:46 WIB
Komisi VII Dorong Pemangku Kepentingan Majukan IKM Lampung

AKURAT.CO Provinsi Lampung mencatat jumlah industri mikro dan kecil (IKM) mencapai 81.255 perusahaan pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan potensi besar IKM sebagai penggerak utama perekonomian daerah.

Menurut Anggota Komisi VII DPR RI, Henry Munif, IKM di Lampung belum berkembang maksimal akibat minimnya kolaborasi lintas sektoral.

"Kolaborasi lintas sektoral bisa dimulai dengan membangun proyek percobaan atau pilot project di Lampung. Ini bertujuan meningkatkan kualitas IKM yang sudah ada dan mendorong tumbuhnya industri-industri kecil menengah baru," ujar Henry dikutip dari kanal Youtube TV Parlemen, Jumat (29/11/2024).

Menurut Henry, IKM memiliki peran strategis yang mirip dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun, untuk mengoptimalkan potensinya, diperlukan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, kementerian, dan stakeholder terkait.

“Kondisinya saat ini sebetulnya adalah konsistensi, karena keberlanjutan itu penting. Segala sesuatu tidak bisa hanya sesaat, tapi harus berlanjut. Ini harus dimulai dengan adanya contoh, role model, atau pilot project,” tambahnya.

Baca Juga: Mebiso Jadi Finalis IKMA Awards 2024, Dukung IKM dengan Inovasi Perlindungan Merek Berbasis AI

Henry menekankan bahwa Komisi VII DPR RI siap membangun kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian dan dinas terkait di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. "Kami berkomitmen mendorong terciptanya kolaborasi terbaik agar muncul IKM-IKM baru yang bisa naik kelas," ujarnya.

Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah fokus pada hilirisasi dan industrialisasi produk lokal. Henry menilai bahwa langkah ini akan meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Lampung, baik di pasar domestik maupun internasional. "Hilirisasi dan industrialisasi adalah upaya yang harus menjadi prioritas untuk menciptakan nilai tambah dan daya saing produk lokal kita," jelasnya.

Selain itu, Henry juga mendorong keberlanjutan program pendampingan bagi pelaku IKM agar mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang. “Jika IKM diberikan pendampingan yang berkelanjutan, mereka bisa lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan pasar yang semakin global,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem IKM yang kondusif, termasuk melalui kebijakan yang mendukung akses terhadap pembiayaan, pelatihan keterampilan, dan teknologi. "IKM harus mendapatkan dukungan penuh, mulai dari pelatihan hingga akses ke pasar. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah," tambahnya.

Menurut Henry, keberhasilan pengembangan IKM di Lampung dapat menjadi model bagi daerah lain. "Lampung bisa menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor yang baik mampu menggerakkan perekonomian lokal," ucapnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Henry optimis industri kecil menengah di Lampung dapat tumbuh pesat dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah maupun nasional. "Kami yakin, dengan sinergi yang kuat dan konsistensi, IKM di Lampung tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh," tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa