Rasio Kewirausahaan DItarget Tembus 8 Persen di 2045
Demi Ermansyah | 28 September 2024, 15:49 WIB

AKURAT.CO Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki beberapa waktu lalu meresmikan pameran "Cerita Nusantara" di Istora Senayan, Jakarta Pusat.
Di mana peresmian ini menjadi salah sati ajang untuk mempromosikan berbagai produk lokal ke pasar global, tak hanya itu saja pameran ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia hingga 8% pada tahun 2045 mendatang.
"Jadi (pameran) Cerita Nusantara 2024 ini bukan hanya sebagai perayaan, namun juga sebagai strategi untuk memperkenalkan produk lokal kita sebagai bagian dari rantai pasok global, sekaligus meningkatkan rasio kewirausahaan pada tahun 2045 mendatang," ungkap Teten pada saat pembukaan acara tersebut, Jumat (27/9/2024).
Lebih lanjut Teten menjelaskan bahwassnya produk seperti kain tradisional (wastra), kerajinan tangan (kriya), dan kuliner lokal telah menjadi bagian dari identitas Indonesia yang layak dikenal dunia. "Oleh karena itu pameran ini diadakan untuk membuka jalan bagi produk-produk tersebut agar bisa masuk pasar internasional," paparnya kembali.
Berbicara mengenai target rasio kewirausahaan, Teten menegaskan bahwasanya, pada tahun 2045, rasio kewirausahaan harus mencapai 8%. Walaupun tantangannya besar. "Meskipun begitu, saya yakin dengan pendekatan yang tepat, target tersebut bisa tercapai," ucapnya.
Seperti yang diketahui, Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen mendukung pengrajin, desainer, dan pelaku usaha lainnya dengan memberikan akses ke pasar, teknologi, dan sumber daya yang diperlukan. Teten menambahkan, penggunaan teknologi modern dan digitalisasi bisa meningkatkan kualitas produk lokal sehingga mampu bersaing di tingkat dunia.
"Jadi, Cerita Nusantara punya misi besar untuk memperkuat posisi produk UMKM Indonesia di pasar global. Harapannya, acara ini bisa jadi agenda internasional yang berkelanjutan," jelas Teten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










