Akurat

Ecommerce Hambat UMKM, MenkopUKM: Kita Ciptakan Entrepreneur Baru

Demi Ermansyah | 14 Juni 2024, 10:07 WIB
Ecommerce Hambat UMKM, MenkopUKM: Kita Ciptakan Entrepreneur Baru

AKURAT.CO Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menegaskan meskipun harus memiliki ekonomi baru bukan berarti harus berkutat di sektor ekonomi digital (e-commerce) saja.

Teten memberi contoh di China, dimana ekonomi digital sudah menjadi ekonomi baru mengalahkan Amerika dengan kontribusi 41% terhadap GDP. Tak heran bila ekonomi digital mereka banyak masuk ke Indonesia.

Bahkan, dirinya mewanti-wanti adanya platform e-commerce baru bernama Temu, yang terhubung langsung dari ratusan pabrik ke konsumen. "Bakal banyak lapangan kerja di sektor distribusi akan hilang. Dan pasti produknya sangat murah, kita tidak mungkin bisa bersaing," tegas Menteri Teten.

Baca Juga: MenkopUKM Dorong Penguatan Industri UMKM Berbasis Keunggulan Domestik

Oleh karena itu, Teten serta pihaknya sedang melirik anak-anak muda dari berbagai kampus, untuk mengembangkan inkubator-inkubator bisnis dengan menyiapkan anak-anak muda yang mempunyai ide agar dierami, ditetaskan, dan dibesarkan. "Dengan begitu, kita bisa menciptakan entrepreneur baru," imbuh Menteri Teten.

Sebab, lanjut Teten, di Indonesia terdapat sekitar 2600 startup, yang juga menjadi negara dengan jumlah startup terbesar keenam di dunia. "Dulu tidak terarah, semua berkerumun ke e-commerce, tapi tidak menggunakan AI dan IoT di sektor produksi. Contoh Korea, sudah menggunakan IoT (mesin otomatis yang terkoneksi ke semua proses industri) dengan tenaga kerja minimalis," ujar MenkopUKM.

Menteri Teten mengatakan, para startup ini akan diinkubasi dan diarahkan ke sektor produksi dengan aplikasi digital. "Kami juga melakukan business matching untuk mereka. Kami perkuat di sektor agriculture dan aquaculture," kata MenkopUKM.

Menteri Teten berharap, di kampus harus sudah fokus mencetak sarjana yang mampu mengolah sumber daya alam, hasil perkebunan dan pertanian, untuk kemudian menjadi industri yang sangat potensial.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMMI Dr Reny Sukmawani menjelaskan bahwa UMMI telah mencapai usia yang matang dan terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Sukabumi. "Kami bangga dengan pencapaian yang telah diraih dan kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di kampus ini," kata Reny.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, UMMI optimistis dapat terus berinovasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat Sukabumi, serta menjadi kampus yang unggul dan bereputasi. "Kami juga sudah meluncurkan program Satu Desa Satu Sarjana, salah satu program pemberdayaan masyarakat dalam UKM dan pendampingan koperasi," ujar Reny.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.