Mendag Gencarkan Program UMKM Bisa Ekspor
Demi Ermansyah | 23 Maret 2025, 21:57 WIB

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menegaskan dukungannya bagi para pelaku industri ekonomi kreatif (ekraf) agar berani menembus pasar global.
Melalui program UMKM Bisa Ekspor, pemerintah memberikan berbagai fasilitas dan pendampingan agar produk lokal bisa lebih dikenal di luar negeri.
“Kita mendorong UMKM serta industri kreatif kita agar percaya diri untuk masuk ke pasar global, dikenal oleh negara lain,” ujar Mendag Budi dalam keterangannya, Minggu (23/3/2025).
Menurut Budi, sektor ekonomi kreatif memiliki banyak produk jasa yang berpotensi besar sebagai komoditas ekspor, tetapi hingga kini masih belum banyak yang memanfaatkan peluang tersebut.
Sebagai upaya konkret, Kemendag telah menyiapkan tiga langkah strategis, yaitu pengembangan produk, pengembangan pelaku usaha, dan pengembangan pasar ekspor.
Baca Juga: Pemberdayaan UMKM Kunci Entaskan Kemiskinan
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah melalui Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) yang melatih pelaku usaha hingga siap menjadi eksportir.
Selain itu, Pusat Pengembangan Desain (Indonesia Design Development Center) juga disiapkan untuk memberikan konsultasi desain guna meningkatkan daya saing produk lokal.
Pada aspek pemasaran, Kemendag memanfaatkan 33 perwakilan perdagangan di luar negeri untuk memperkenalkan produk UMKM melalui
pitching dan business matching.
Hasilnya, pada Januari 2025, sudah terjadi 32 kali business matching dan 40 kali pitching, dengan total transaksi mencapai USD5,2 juta.
Namun, jumlah ini menurun pada Februari menjadi USD3,5 juta. Mendag Budi menjelaskan bahwa salah satu faktor penurunan ini adalah terbatasnya jumlah UMKM yang benar-benar siap untuk ekspor.
"Kalau UMKM kita konsisten, nanti ada repeat order, dan trennya diharapkan akan naik lagi," kata Budi.
Agar semakin banyak UMKM yang siap ekspor, Kemendag berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif serta menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memastikan keamanan siber serta pengelolaan data industri kreatif secara lebih akurat.
“Kita ingin membangun kepercayaan diri pelaku usaha agar bisa bersaing secara global. Dengan adanya transaksi ekspor, berarti kita diakui oleh negara lain. Ini awal yang baik untuk terus berkembang,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









