Pelaku UMKM USS Curhat, Ganjar Janjikan Akses Permodalan Dipermudah Lewat HAKI

AKURAT.CO Calon Presiden Ganjar Pranowo menyerap aspirasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam acara Urban Sneaker Society (USS) Jakarta 2023 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, pada Jumat (3/11/2023).
Dalam kesempatan itu, Ganjar banyak dicurhati soal akses permodalan hingga promosi usaha. Para pelaku UMKM menyampaikan aspirasinya ketika Ganjar berkeliling stand brand-brand lokal.
Pelaku UMKM bernama Vincent dari brand Denimitup (HAM! Jeansku) menyampaikan kepada Ganjar bahwa saat ini produk lokal harus bersaing dengan merk-merk ternama dari berbagai negara di dunia.
Oleh sebab itu, kata Vincent, sudah sepatutnya pemerintah memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM agar produk lokal bisa mendunia dan dipakai banyak orang. Caranya dengan membantu produksi hingga penjualannya.
“Masa pakai produk luar, produk Indonesia dong. Harapannya pastinya dimudahkan mulai dari produksinya sampai penjualannya,” kata Vincent.
Apabila pemerintah menyediakan kemudahan tersebut, Vincent optimis produk-produk buatan Indonesia semakin diminati masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.
“Biar produk Indonesia semakin bagus dibanding produk-produk di luar sana karena kita tidak kalah keren kok dari segi kualitasnya,” kata dia.
Sementara, Ganjar berkomitmen memberikan ruang dan kemudahan kepada para pelaku UMKM untuk berkembang. Dari segi akses permodalan, Ganjar yakin kerjasama dengan perbankan bisa dieksekusi.
“Mereka pengen itu, hanya dibutuhkan keseriusan saja, kemauan saja dari satu dua bank yang bisa ditunjuk untuk kemudian dieksekusi. Sehingga kemudian mereka akan bisa mendapatkan itu,” ujarnya.
Baca Juga: Perlawanan PDIP Ke Jokowi Bakal Tambah Kuat Pada Putaran Dua Pilpres
Ganjar menegaskan, pemerintah sudah punya aturan yang menyatakan jika jaminan intelektual property atau HAKI bisa digunakan sebagai agunan untuk mendapat akses permodalan ke bank.
"Sebenarnya sangat bisa karena aturannya sudah ada. Sudah ada Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur hal itu," ucap Ganjar.
Sebenarnya, kata Ganjar, saat menjabat sebagai Gubernur Jateng, ia sudah memulai dengan menggandeng Bank Jateng. Namun memang, skalanya masih belum bisa optimal. Oleh karena itu, ia berjanji akan memudahkan akses modal ke depan.
"Ke depan ini memang harus ditindaklanjuti karena tadi keluhan para pelaku industri kreatif itu sama. Mau pinjam ke bank tidak punya agunan. Mereka berharap IP dan HAKI bisa dipakai. Aturan sudah ada, tinggal komitmen dan kemauan. Tunjuk saja satu atau dua bank untuk mengeksekusi, maka industri kreatif Indonesia pasti maju," pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







