Perlawanan PDIP Ke Jokowi Bakal Tambah Kuat Pada Putaran Dua Pilpres

AKURAT.CO - PDIP diyakini akan mempertebal garis pertentangan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pasca pemilihan presiden tanggal 14 Februari 2024.
Hal itu dikatakan Pengamat politik, Ray Rangkuti terkait berubahnya sikap PDIP kepada Jokowi yang terkesan sebagai oposisi. Ia menyebut sikap banteng moncong putih akan lebih parah saat pilpres masuk di putaran kedua.
"Di putaran kedua makin jelas langkah-langkah yang akan diambil PDI Perjuangan untuk mengoposisi presiden," kata Ray kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (4/11/2023).
Baca Juga: Jokowi Kacang Lupa Kulit, PDIP Jangan Habis Manis Sepah Dibuang
Ray meyakini hal itu akan terjadi karena PDIP kecewa Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra sulung Jokowi menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Ray mengatakan PDIP akan tetap memposisikan diri sebagai lawan Jokowi terlepas pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD menang atau kalah pada putaran pertama.
"Menang atau tidak menang jagoan mereka, mereka pasti akan melakukan itu. Karena bagaimanapun tindakan Pak Jokowi yang begitu saja meninggalkan mereka tentu tidak bisa diterima begitu saja oleh mereka," ujarnya.
Baca Juga: Sekjen PSI Sebut PDIP Fitnah, Hasto: Kebenaran Akan Menang
Saat ini, PDIP sudah memberikan serangan kepada Jokowi. Contohnya yaitu dengan menghembuskan isu-isu yang menyudutkan Jokowi, seperti soal perpanjangan masa jabatan presiden hingga pemegang kartu truf para ketum parpol.
Ray meyakini bentuk pertentangan PDIP akan lebih dari sekedar serangan isu pada pilpres putaran kedua. Hal itu untuk menunjukkan bahwa PDIP masih punya tenaga untuk berontak.
"Harus ada juga langkah-langkah untuk menunjukkan bahwa PDIP tidak selemah yang dibayangkan oleh Presiden Jokowi," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November






