Akurat Logo

Perlawanan PDIP Ke Jokowi Bakal Tambah Kuat Pada Putaran Dua Pilpres

Atikah Umiyani | 4 November 2023, 13:42 WIB
Perlawanan PDIP Ke Jokowi Bakal Tambah Kuat Pada Putaran Dua Pilpres


AKURAT.CO - PDIP diyakini akan mempertebal garis pertentangan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pasca pemilihan presiden tanggal 14 Februari 2024.

Hal itu dikatakan Pengamat politik, Ray Rangkuti terkait berubahnya sikap PDIP kepada Jokowi yang terkesan sebagai oposisi. Ia menyebut sikap banteng moncong putih akan lebih parah saat pilpres masuk di putaran kedua.

"Di putaran kedua makin jelas langkah-langkah yang akan diambil PDI Perjuangan untuk mengoposisi presiden," kata Ray kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (4/11/2023).

Baca Juga: Jokowi Kacang Lupa Kulit, PDIP Jangan Habis Manis Sepah Dibuang

Ray meyakini hal itu akan terjadi karena PDIP kecewa Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra sulung Jokowi menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Ray mengatakan PDIP akan tetap memposisikan diri sebagai lawan Jokowi terlepas pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD menang atau kalah pada putaran pertama.

"Menang atau tidak menang jagoan mereka, mereka pasti akan melakukan itu. Karena bagaimanapun tindakan Pak Jokowi yang begitu saja meninggalkan mereka tentu tidak bisa diterima begitu saja oleh mereka," ujarnya.

Baca Juga: Sekjen PSI Sebut PDIP Fitnah, Hasto: Kebenaran Akan Menang

Saat ini, PDIP sudah memberikan serangan kepada Jokowi. Contohnya yaitu dengan menghembuskan isu-isu yang menyudutkan Jokowi, seperti soal perpanjangan masa jabatan presiden hingga pemegang kartu truf para ketum parpol.

Ray meyakini bentuk pertentangan PDIP akan lebih dari sekedar serangan isu pada pilpres putaran kedua. Hal itu untuk menunjukkan bahwa PDIP masih punya tenaga untuk berontak.

"Harus ada juga langkah-langkah untuk menunjukkan bahwa PDIP tidak selemah yang dibayangkan oleh Presiden Jokowi," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.