Jet Bisnis Jatuh Tewaskan 9 Orang: Investigator Ungkap Jet Kemungkinan Mulai Hancur Sebelum Menghantam Tanah

AKURAT.CO Sebuah jet bisnis yang jatuh di Florida Selatan dengan sembilan orang di dalamnya kemungkinan besar mulai hancur berkeping-keping sebelum menghantam tanah dan meledak menjadi bola api. Temuan itu diungkap seorang penyelidik federal pada hari Senin (2/11/2026).
Video yang direkam oleh warga sekitar memperlihatkan pesawat jenis Learjet yang sedang dalam perjalanan menuju Bahama itu menukik tajam pada Minggu sore, sebelum akhirnya meledak di Greenacres, sekitar 11 kilometer di barat daya West Palm Beach.
Kobaran api tampak di antara serpihan aspal di sekitar kawah bekas jatuhnya pesawat, sementara warga yang terkejut menyaksikan kejadian tersebut dengan ngeri. Asap hitam pekat menyelimuti lokasi kecelakaan, dan hampir tidak ada bagian pesawat yang tersisa.
Para korban termasuk kopilot berusia 20 tahun, Nathalia Gadelha Filgueiras, serta pengusaha teknologi Adam Robinson, istrinya Helen Sharp, dan dua anak mereka yang masih kecil.
Kondisi cuaca menjadi fokus utama dalam penyelidikan ini.
Anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB), Tom Chapman, menyatakan dalam konferensi pers hari Senin bahwa tim penyelidik menemukan bukti pesawat mulai hancur sebelum menyentuh tanah, dengan serpihan pesawat yang tersebar luas di berbagai titik.
Jeff Guzzetti, mantan penyelidik NTSB dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA), mengatakan bahwa komponen penting pada bagian ekor jet tersebut mungkin terlepas saat terjadi turbulensi atau ketika pesawat menukik tajam, yang membuat pesawat tidak lagi dapat dikendalikan.
"Hal itu bisa menjelaskan mengapa pesawat meluncur seperti rudal tepat sebelum menghantam tanah," ujarnya.
Chapman menambahkan bahwa kondisi cuaca akan menjadi fokus utama penyelidikan. Hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada hari Minggu, dan salah satu pilot sempat melaporkan kepada petugas lalu lintas udara mengenai kondisi pembentukan es (icing) di ketinggian.
Menurut AccuWeather, pada saat kecelakaan terjadi, FAA telah mengeluarkan peringatan bagi para pilot di wilayah tersebut mengenai badai petir yang hampir tidak bergerak, dengan puncak awan mencapai ketinggian hingga 45.000 kaki (sekitar 13.700 meter). Demi keselamatan, para pilot biasanya dilatih untuk menghindari badai petir jika memungkinkan. Chapman mengatakan para penyelidik masih harus memastikan bagaimana kondisi cuaca pada ketinggian 35.000 kaki (11.000 meter)—ketinggian saat pesawat terbang ketika pilot mulai melaporkan adanya masalah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







