Dari Bisnis Keluarga, Jatuh Bangun DSG Official Kembangkan Bisnis Sneakers

AKURAT.CO Berbicara tentang sneakers, siapa sih yang tidak tahu dengan tren fashion yang satu ini. Kepopuleran sneakers memang tidak akan ada habisnya.
Setiap orang pasti akan selalu membeli dan memakai sepatu jenis ini dalam berbagai aktifitasnya, mulai dari aktifitas kerja, olahraga, sekolah hingga aktifitas sehari-hari.
Meski tergolong mahal bagi sebagian orang, sneakers tak pernah kehilangan tempat di hati masyarakat Indonesia terutama para fashion enthusiasts, sneakers head atau penggila sneakers yang ada di Indonesia.
Tak sampai disitu ternyata sukses dalam berbisnis sneakers memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan agar usaha yang ditekuni bisa survive dalam setiap kondisi.
Seperti halnya perusahaan bisnis DSG (Dunia Sneaker Grosir) Official yang beberapa waktu lalu dibangun, dalam perjalanan kariernya perusahaan tersebut sudah melalui berbagai rintangan dan tantangan sehingga terciptanyalah perusahaan bisnis sneakers di Indonesia.
Menurut Chief Executive Officer (CEO) DSGofficial, Febby Putri Chantika menyampaikan bahwasanya pada awal mula membangun bisnis sneakers ini bermula dari bisnis keluarga. Dimana sudah dilakukan lebih dulu oleh orang tua Febby.
"Nah awal mulanya bisnis sneakers ini berawal dari bisnis keluarga. Jadi family bussines ini emang udah berjalan generasi per generasi. Jadi satu keluarga itu emang pada jualan sepatu semua. Aku merupakan second generations dimana sebelumnya usaha sepatu ini dipegang sama orang tua saya lebih tepatnya dari ibu, pada awalnya tuh ibu saya buat suatu company sepatu untuk wanita jadi tidak hanya sneakers saja melainkan sepatu lainnya juga ada," ucapnya pada saat Program Akurat Sorotan melalui live instagram di Jakarta, Jumat (1/10/2021).
Lambat laun ternyata berbisnis itu menguntungkan, lanjut Febby, dirinya pun mulai memberanikan diri untuk membuka suatu perusahaan bisnis sneakers juga sehingga terciptalah DSGofficial.
"Awalnya kita memang mencoba untuk membuka bisnis secara konvensional (grosir) namun mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir kami pun mulai berganti arah masuk ke bisnis digital (online), hingga pada akhirnya bulan April kemarin kita launching masuk ke beberapa marketplace untuk mempromosikan bisnis sneaker DSGofficial ini," tuturnya.
Senada dengan Febby, Chief Operation Officer DSGofficlal Andre Huang menyampaikan bahwasanya memang bisnisnya mulai dari bulan April lalu untuk beralih ke mode marketplace. Lantaran di tengah pandemi drop bisnis sudah mulai berasa di bulan September 2020 lalu.
"Jadi karena kebetulan ibunya Febby merupakan teman lama saya, nah akhirnya saya dibantu bagaimana caranya melakukan pivot di saat pandemi. Nah kita langsung switching dan kita planning ada suatu produk dari mereka yaitu sneakers impor, dari situlah kita switching bangun suatu company berdiri sendiri terlepas dari grosir sehingga terciptalah DSG official untuk bisa menjangkau market yang lebih luas," paparnya.
Meskipun begitu berbicara mengenai usaha rintisan maka tidak lepas dari yang namanya modal awal, Andre menjelaskan bahwasanya untuk modal awal mungkin Rp50 sampai 100 juta karena sebenernya hanya untuk pivot manajemen saja. Sedangkan untuk stoknya pihaknya langsung beralih dari grosir sehingga tinggal transfer saja.
"Sebetulnya dengan modal Rp50 sampai 100 juta itu kita pikir cukup ternyata tidak cukup, karena kalau kita berbicara digital marketing maka kita harus memanajemen design. Lalu manajemen admin dan admin chat apalagi bulan ini kita harus memasuki marketplace mall jadi ada banyak persiapan yang harus kita siapkan," terang Andre.
Nah, tambahnya, soal dana tambahan karena ini adalah sister company berarti headnya yang memberikan modal tambahan. Meskipun begitu, headnya juga lagi down saat situasi pandemi saat ini sehingga tidak terlalu banyak tambahan modalnya.
Sementara soal pendapatan atau omzet yang didapat dari mulai membangun bisnis hingga sampai saat ini, Andre mengakui sudah ada peningkatan signifikan.
"Jika kita berbicara mengenai pendapatan offline dan online tentu ada perbedaannya. Offline sebelum pandemi itu bisa sekitar 100 hingga 150 pasang perhari, sedangkan setelah switching ke bisnis online sekarang bisa sampai 300 pasang sepatu per hari. Ya kira-kira 100 persen lah kenaikannya," tegas Andre.
Di sisi lain, jika berbicara mengenai pendapatan maka ada juga yang namanya kerugian selama membangun bisnis, Andre mengakui bahwa kerugian selama awal membangun bisnis sneakers lumayan banyak sebab yang namanya bisnis tidak ada untung dahulu baru rugi kemudian.
"Waktu awal merintis kan investasinya cukup besar ditambah dengan biaya operasional lainnya juga besar. Jadi tidak heran mengapa dalam merintis bisnis harus bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian," pungkasnya.
Sebagai informasi, bagi kalian yang ingin lebih tahu seperti apa produk-produk yang ditawarkan oleh DSGofficial kalian bisa langsung membuka web perusahaan melalui https://dsgofficial.id/ atau jika kalian ingin langsung berkunjung ke marketplace DSGofficial bisa melalui:
Shopee: https://shopee.co.id/dsgshoes
Bukalapak : https://www.bukalapak.com/u/dunia_footwear_grosir_934729
Happy Shoping guys.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta



