Dari Tutup Botol Jadi Furnitur Estetik, Cara Aloha PIK2 Beri Nilai Baru pada Sampah Plastik

AKURAT.CO Sampah plastik yang biasanya berakhir di tempat pembuangan ternyata bisa mendapatkan kehidupan kedua.
Di Aloha, sejumlah sampah plastik dipilah dan dikumpulkan untuk didaur ulang, termasuk menjadi material furnitur yang estetik dan memiliki nilai guna.
Upaya tersebut menjadi bagian dari kegiatan rutin pemilahan sampah yang dilakukan setiap Jumat bersama tim Tzu Chi.
Sampah plastik dipisahkan berdasarkan jenis materialnya sebelum masuk ke tahapan pengolahan lebih lanjut.
Salah satu relawan pemilah sampah, Farrah, menjelaskan tidak semua plastik diperlakukan dengan cara yang sama.
Pemilahan dilakukan sejak awal agar material yang masih dapat didaur ulang tidak tercampur dengan jenis sampah lainnya.
“Jadi sampah plastik di sini itu dibagi jadi dua, botol sama cup. Jadi yang kita recycle itu yang cup. Tutup botol berbahan dasar PP, jadi kita bisa ambil untuk dijadikan furniture,” kata Farrah, Rabu (12/8/2026).
PP atau polypropylene merupakan salah satu jenis plastik yang banyak digunakan pada berbagai produk sehari-hari.
Dalam proses pemilahan di Aloha, material tersebut dikumpulkan agar dapat kembali dimanfaatkan.
Farrah mengatakan sampah yang terkumpul selanjutnya dikelompokkan menjadi beberapa kategori, mulai dari botol hingga plastik bernilai rendah.
Baca Juga: Drone Serang Gardu Listrik di Libya, Zawiya Terancam Krisis Listrik dan Pemadaman
“Di sini ada tiga bagian, botolnya sendiri, low value plastik sama tutup botol. Yang ini juga berbahan dasar PP, ini kita kumpulin. Ini kalau dilebur bisa jadi furniture,” ujarnya.
Hasil pemanfaatan kembali material tersebut juga dapat dilihat dalam bentuk furnitur.
Transformasi sampah menjadi barang yang dapat digunakan kembali menunjukkan bahwa pemilahan sejak dari sumber memiliki peran penting dalam memperpanjang siklus hidup material plastik.
Pengelola Aloha menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
Selain melakukan pemilahan, sampah plastik yang telah dikumpulkan kemudian disalurkan ke depo lingkungan Tzu Chi untuk mendukung proses daur ulang.
Langkah sederhana itu sekaligus menjadi cara untuk mendorong pengunjung terlibat. Masyarakat dapat memulainya dengan membuang dan memilah sampah sesuai tempat yang telah disediakan.
Dengan demikian, sampah tidak hanya dipandang sebagai material sisa.
Ketika dipilah dengan benar, sebagian material masih memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi produk baru, termasuk furnitur yang kembali digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9Prabowo Minta Mafia dan Kartel Haji Diberantas, Dorong Audit Forensik Keuangan
- 10KPK Dalami Setoran Berjenjang dari Kantor Pertanahan hingga Pejabat Kementerian ATR/BPN









