Akurat

Mengenal Gerhana Matahari Cincin: Penyebab, Proses, dan Bedanya dengan Gerhana Matahari Total

Dani Zahra | 12 Februari 2026, 23:40 WIB
Mengenal Gerhana Matahari Cincin: Penyebab, Proses, dan Bedanya dengan Gerhana Matahari Total

AKURAT.CO Fenomena astronomi selalu berhasil memukau mata manusia, salah satu yang paling dinantikan adalah Gerhana Matahari.

Di antara berbagai jenisnya, Gerhana Matahari Cincin sering kali mencuri perhatian karena penampakannya yang menyerupai "Cincin Api" (Ring of Fire) di langit.

Baca Juga: Fenomena Gerhana Matahari Cincin Terjadi 17 Februari 2026, Ini Jadwal dan Lokasinya

Namun, tahukah Anda mengapa gerhana ini bisa berbentuk seperti cincin dan apa yang membedakannya dengan gerhana matahari total? Mari kita bedah lebih dalam mengenai penyebab, proses terjadinya, hingga perbedaannya agar Anda tidak salah mengenali fenomena alam yang luar biasa ini.

Apa Itu Gerhana Matahari Cincin?

Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, namun posisi Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi (apogee). Karena jaraknya yang jauh tersebut, ukuran tampak Bulan di langit menjadi sedikit lebih kecil dibandingkan ukuran tampak Matahari.

Akibatnya, saat Bulan melintas di depan Matahari, ia tidak dapat menutup seluruh piringan Matahari secara sempurna. Cahaya Matahari tetap terpancar di sekeliling pinggiran Bulan, sehingga menciptakan efek visual berupa lingkaran cahaya yang menyerupai cincin emas yang bersinar.

Penyebab Terjadinya Gerhana Matahari Cincin

Terjadinya fenomena ini bukan tanpa alasan. Ada tiga faktor utama yang menjadi penyebabnya:

1. Posisi Sejajar: Matahari, Bulan, dan Bumi harus berada dalam satu garis lurus yang sejajar (konjungsi).

2. Fase Bulan Baru: Gerhana Matahari hanya bisa terjadi pada fase Bulan Baru (New Moon).

3. Orbit Elips: Karena orbit Bulan mengelilingi Bumi berbentuk elips (lonjong), ada kalanya Bulan berada di titik terjauh. Inilah syarat utama yang mengubah potensi gerhana total menjadi gerhana cincin.

Proses Terjadinya Gerhana Matahari Cincin

Proses ini berlangsung secara bertahap dan memakan waktu beberapa jam dari awal hingga akhir, meski fase "cincin" biasanya hanya bertahan selama beberapa menit:

- Kontak Pertama (Gerhana Sebagian): Bulan mulai menyentuh piringan Matahari. Pada tahap ini, Matahari akan terlihat seperti digigit atau menyerupai bulan sabit.

- Kontak Kedua (Fase Cincin Dimulai): Seluruh piringan Bulan masuk ke dalam piringan Matahari. Cahaya mulai membentuk cincin di sekeliling Bulan.

- Puncak Gerhana: Bulan tepat berada di tengah Matahari, menciptakan visual "Cincin Api" yang sempurna.

- Kontak Ketiga: Bulan mulai meninggalkan piringan Matahari, dan fase cincin berakhir.

- Kontak Keempat: Bulan benar-benar lepas dari piringan Matahari, menandai berakhirnya fenomena gerhana.

Perbedaan Gerhana Matahari Cincin vs Gerhana Matahari Total

Banyak orang sering tertukar antara gerhana cincin dan total. Berikut adalah poin-poin pembeda utamanya:

- Ukuran Tampak Bulan: Pada gerhana total, Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi (perigee), sehingga terlihat cukup besar untuk menutup seluruh Matahari. Pada gerhana cincin, Bulan terlihat lebih kecil karena berada di titik terjauh (apogee).

- Langit di Siang Hari: Saat gerhana total, suasana akan menjadi sangat gelap seperti malam hari, bahkan bintang bisa terlihat. Sementara pada gerhana cincin, suasana hanya meredup (seperti senja), namun tidak gelap total karena masih ada cahaya dari pinggiran Matahari.

- Efek Korona: Pada gerhana matahari total, kita bisa melihat korona (atmosfer luar Matahari) yang terlihat seperti cahaya putih halus. Pada gerhana cincin, korona tidak terlihat karena kalah terang oleh cahaya cincin api tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dani Zahra
D