4.500 Umat Buddha Doa Bersama di NICE PIK 2, Panjatkan Perdamaian dan Pemulihan Ekonomi Indonesia

AKURAT.CO Sebanyak 4.500 umat Buddha dari berbagai tradisi lintas aliran berkumpul di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, untuk memanjatkan doa bersama bagi perdamaian dan pemulihan ekonomi Indonesia.
Kegiatan spiritual bertajuk “Indonesia for Peace & Prosperity” ini digelar pada Minggu, 25 Januari 2026.
Acara tersebut menjadi momen langka sekaligus bersejarah karena menghadirkan tiga pemegang singgasana Silsilah Sakya dunia secara bersamaan.
Ketiganya memimpin doa bersama di tengah situasi global yang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi serta dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi sepanjang 2025.
Doa bersama ini diikuti umat Buddha dari berbagai tradisi, yakni Theravada, Mahayana, dan Vajrayana.
Fokus utama kegiatan spiritual ini adalah memohon pemulihan ekonomi nasional serta terciptanya kondisi sosial yang damai, harmonis, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Tiga tokoh spiritual dunia yang hadir secara langsung dalam perhelatan tersebut adalah H.H. Kyabgon Gongma Sakya Trichen Rinpoche ke-41, H.H. Sakya Trizin ke-42 Ratna Vajra Rinpoche, serta H.H. Sakya Trizin ke-43 Gyana Vajra Rinpoche.
Kehadiran mereka menegaskan posisi Indonesia sebagai ruang penting bagi dialog spiritual dan perdamaian global.
Baca Juga: Cara Mengusir Nyamuk Tanpa Obat Semprot
Dalam pesannya, H.H. Kyabgon Gongma Sakya Trichen Rinpoche ke-41 menekankan makna strategis Indonesia dalam konteks spiritual dunia.
“Indonesia adalah negara besar, dan terutama secara spiritual, Indonesia adalah tempat yang sangat penting. Melalui acara ini, semoga seluruh dunia memperoleh kedamaian, harmoni, dan kebahagiaan,” ujarnya.
Sementara itu, H.H. Sakya Trizin ke-42 Ratna Vajra Rinpoche mengingatkan pentingnya praktik kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi perdamaian.
“Hendaknya kita mempraktikkan cinta dan belas kasih serta memiliki hati yang baik kepada sesama. Dengan cara ini, kita akan mampu mewujudkan perdamaian, harmoni, dan kebahagiaan,” ungkapnya.
Pesan tentang kekuatan keberagaman Indonesia disampaikan oleh H.H. Sakya Trizin ke-43 Gyana Vajra Rinpoche. Menurutnya, harmoni lahir dari perjumpaan antara perbedaan dan kebijaksanaan.
“Indonesia for Peace & Prosperity mencerminkan pemahaman bahwa harmoni tercipta ketika keragaman bertemu dengan kebijaksanaan. Keanekaragaman justru menjadi sumber kekuatan dan kesejahteraan bersama,” jelasnya.
Sebagai pengelola venue, pihak NICE menyatakan kehormatannya dapat memfasilitasi kegiatan lintas iman yang mengedepankan nilai persatuan dan harmoni antarbudaya.
Doa bersama ini diharapkan menjadi ikhtiar spiritual untuk memperkuat stabilitas nasional serta menanamkan benih perdamaian dan optimisme di tengah masyarakat.
Baca Juga: Kraken Akuisisi Breakout, Prop Trading Kripto Masuk Fase Institusi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










