Akurat

Kipas Angin Mati Total? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Eko Krisyanto | 8 Januari 2026, 23:30 WIB
Kipas Angin Mati Total? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Kipas angin menjadi salah satu perangkat elektronik yang paling sering digunakan di rumah, terutama di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia.

Namun, pemakaian terus-menerus dapat membuat kipas mengalami gangguan, bahkan mati total dan tidak menyala sama sekali.

Kondisi ini kerap memicu kepanikan, terlebih saat cuaca panas.

Padahal, dalam banyak kasus, kipas angin yang mati total tidak selalu rusak parah dan masih bisa diperbaiki tanpa harus langsung membeli yang baru.

Berikut beberapa penyebab umum kipas angin mati total beserta cara mengatasinya.

Periksa Sumber Listrik dan Kabel

Langkah awal adalah memastikan aliran listrik berfungsi normal. Kipas yang tidak menyala bisa disebabkan colokan longgar, kabel terputus, atau stopkontak bermasalah.

Cobalah mencolokkan perangkat lain ke stopkontak yang sama. Jika tidak menyala, masalah ada pada sumber listrik.

Periksa juga kabel kipas. Jika terlihat terkelupas, patah, atau terbakar, kabel sebaiknya segera diganti untuk mencegah korsleting.

Baca Juga: Hipertensi, Pembunuh Diam-diam yang Kerap Tak Disadari

Cek Sekring atau Fuse

Beberapa kipas angin dilengkapi sekring pengaman yang akan memutus arus listrik saat terjadi lonjakan daya. Jika kipas mati total, fuse bisa saja sudah putus.

Sekring biasanya berbentuk silinder kecil dengan kawat di dalamnya. Jika kawat terputus atau tidak terdeteksi arus listrik menggunakan multimeter, fuse harus diganti dengan yang baru.

Periksa Sakelar

Sakelar on/off yang kotor atau aus juga kerap menjadi penyebab kipas tidak menyala. Debu dan karat dapat menghambat aliran listrik.

Sakelar bisa dibersihkan menggunakan cairan pembersih elektronik. Jika kondisinya sudah rusak, sebaiknya diganti.

Cek Dinamo dan Kapasitor

Jika komponen luar berfungsi normal, masalah kemungkinan berada pada dinamo atau motor listrik. Kerusakan dapat terjadi akibat lilitan terbakar atau kapasitor melemah.

Kapasitor yang rusak membuat motor tidak memiliki tenaga awal untuk berputar. Jika nilai kapasitor tidak sesuai standar atau tidak terbaca, komponen tersebut perlu diganti.

Bersihkan Debu dan Lumasi Poros

Debu dan karat yang menumpuk dapat membuat poros motor macet. Akibatnya, baling-baling sulit berputar meski mesin menyala.

Bersihkan bagian dalam kipas dan beri pelumas khusus mesin pada poros agar pergerakannya kembali lancar.

Serahkan ke Teknisi Jika Kerusakan Berat

Apabila semua langkah sudah dilakukan namun kipas tetap tidak berfungsi, sebaiknya serahkan perbaikan kepada teknisi elektronik.

Kerusakan pada jalur listrik atau dinamo membutuhkan keahlian dan peralatan khusus.

Baca Juga: Cara Kerja Dropship di Tokopedia dan Keuntungannya untuk Pemula

Tips Merawat Kipas Angin agar Awet

Untuk mencegah kerusakan, kipas angin disarankan dibersihkan secara rutin, tidak digunakan terlalu lama tanpa jeda, serta disimpan di tempat kering.

Penggunaan stabilizer juga dianjurkan jika tegangan listrik di rumah tidak stabil.

Kipas angin yang mati total belum tentu harus diganti. Dengan pemeriksaan sederhana dan perawatan rutin, banyak masalah dapat diatasi sejak dini.

Laporan: Bunga Adinda/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.