Sering Bikin Konten Tapi Tak Cuan? Begini Cara Hitung ROI Content Marketing

AKURAT.CO Content Marketing semakin menjadi strategi andalan bisnis dalam menarik audiens sekaligus meningkatkan penjualan.
Namun, tidak sedikit perusahaan yang masih kesulitan menilai sejauh mana efektivitas kampanye yang dijalankan.
Salah satu indikator terpenting untuk mengukurnya adalah Return on Investment (ROI).
Metrik ini membantu bisnis mengetahui apakah biaya yang dikeluarkan sebanding dengan hasil yang diperoleh dari strategi pemasaran berbasis konten.
Apa Itu ROI dalam Content Marketing?
ROI dalam content marketing digunakan untuk mengukur perbandingan antara biaya yang dikeluarkan dan hasil yang diperoleh dari kampanye konten.
Hasil tersebut dapat berupa perolehan leads, peningkatan konversi, hingga penjualan langsung.
Pendapatan yang dihitung berasal dari nilai prospek maupun transaksi yang secara langsung dipengaruhi oleh aktivitas pemasaran konten, sehingga ROI menjadi indikator penting dalam menentukan keberhasilan strategi.
Rumus Dasar Menghitung ROI
Secara umum, ROI dapat dihitung dengan rumus:
ROI = (Pendapatan dari investasi – Biaya investasi) / Biaya investasi × 100%
Baca Juga: Cara Menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Rumah
Dengan perhitungan ini, bisnis dapat mengetahui apakah investasi content marketing memberikan keuntungan atau justru kerugian.
Komponen Biaya dalam Content Marketing
Biaya dalam content marketing tidak hanya sebatas produksi konten, tetapi mencakup beberapa aspek penting, antara lain:
-
Biaya produksi konten, seperti artikel blog, video, infografis, hingga konten media sosial. Biayanya bervariasi, mulai dari Rp250 ribu hingga Rp1 juta per artikel, sementara produksi video dapat mencapai Rp15 juta–Rp35 juta per konten.
-
Biaya riset dan perencanaan, meliputi riset topik, kata kunci, analisis audiens, serta penyusunan strategi konten agar lebih tepat sasaran.
-
Biaya distribusi dan promosi, termasuk iklan berbayar, email marketing, dan promosi di media sosial untuk memperluas jangkauan.
-
Biaya analitik dan pelaporan, yakni penggunaan tools analisis, pemantauan performa, serta evaluasi dan optimasi kampanye.
Cara Mengukur Hasil ROI Content Marketing
Pengukuran ROI dapat dilakukan melalui beberapa metrik utama:
-
Traffic website dan engagement, seperti jumlah pengunjung, durasi kunjungan, bounce rate, serta interaksi berupa komentar, like, dan share.
-
Leads dan conversion rate, yaitu jumlah calon pelanggan yang tertarik melalui konten serta persentase pengunjung yang melakukan aksi sesuai tujuan kampanye.
-
Pendapatan dari konten, baik dari penjualan produk, layanan berbayar, maupun langganan. Perhitungan juga dapat diperluas dengan memasukkan Customer Lifetime Value (CLV) untuk menilai dampak jangka panjang.
Tips Praktis Mengoptimalkan ROI
Agar ROI content marketing lebih optimal, bisnis perlu menerapkan beberapa langkah strategis, seperti melakukan riset kata kunci secara mendalam, menghasilkan konten berkualitas tinggi, menggunakan visual yang menarik, serta mendistribusikan konten melalui kanal yang tepat.
Selain itu, analisis performa secara berkala dan penerapan A/B testing pada konten maupun call-to-action (CTA) dapat membantu meningkatkan tingkat konversi.
Kesalahan Umum dalam Mengukur ROI
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain mengabaikan seluruh biaya yang terlibat, menghitung ROI terlalu cepat sebelum kampanye berjalan optimal, tidak mengaitkan data penjualan dengan kampanye tertentu, serta mengabaikan dampak tidak langsung seperti brand awareness dan loyalitas pelanggan.
Baca Juga: Cara Lapor Pajak di Coretax untuk Karyawan Swasta, Ini Panduan Lengkap yang Perlu Dipahami
Penggunaan alat analitik dan sistem pelacakan yang kurang tepat juga dapat membuat hasil evaluasi menjadi tidak akurat.
Mengelola ROI bukan sekadar menghitung angka, tetapi menjadi kunci utama untuk memastikan strategi content marketing benar-benar memberikan nilai bagi bisnis.
Dengan data yang akurat dan analisis yang tepat, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas, efisien, dan menguntungkan dalam jangka panjang.
Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






