Akurat

PIK2 Diserbu Asosiasi Pariwisata, Potensinya Disebut Siap Saingi Destinasi Dunia

Arief Rachman | 3 Desember 2025, 12:05 WIB
PIK2 Diserbu Asosiasi Pariwisata, Potensinya Disebut Siap Saingi Destinasi Dunia

AKURAT.CO PIK2 kembali menarik perhatian pelaku industri pariwisata. Dua asosiasi besar, Indonesian Inbound Tour Operators Association (IINTOA) dan Asian Inbound Tourism & Travel Agents (AITTA), melakukan kunjungan lapangan baru-baru ini, untuk melihat langsung transformasi kawasan Pantai Indah Kapuk sebagai destinasi berkelas internasional.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi industri inbound tourism. Para peserta ingin memahami perkembangan PIK2 sebagai kawasan yang memadukan waterfront, ruang kuliner, district gaya hidup, fasilitas leisure, hingga MICE dalam satu kawasan terintegrasi.

Selain meninjau atraksi wisata, mereka juga melihat pengelolaan ruang terbuka hijau dan area ekowisata sebagai bagian dari komitmen Agung Sedayu Group (ASG) terhadap pariwisata berkelanjutan.

Dalam kunjungan yang difasilitasi PIK Tourism Board, perwakilan IINTOA dan AITTA juga berkesempatan menginap di Golden Tulip Essential PIK2 untuk merasakan langsung standar hospitality di kawasan tersebut.

Head of Tourism Development Center ASHG Fenny Maria menyampaikan bahwa pengembangan PIK, baik PIK1 maupun PIK2, selalu diarahkan untuk memperkuat kualitas destinasi dan menghadirkan pengalaman berstandar internasional.

“Kami terus berkomitmen, bukan hanya pada pembangunan infrastruktur dan arsitektur, tetapi juga dalam memperkuat konektivitas, aksesibilitas, keamanan, serta kenyamanan pengunjung. Misi kami adalah menjadikan PIK sebagai destinasi utama urban tourism di Indonesia,” ujarnya.

Keesokan harinya, Rakernas ke-1 IINTOA digelar di Hotel Golden Tulip Essential PIK2.

Baca Juga: Pejabat Harus Hati-hati dan Empati Tanggapi Bencana, Yanuar: Jangan Picu Amarah Rakyat

Ketua Umum IINTOA Dr. Paul Edmundus Tallo, M.Par menyampaikan, pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar internasional.

Ia menyebut pelaku inbound tourism kini menghadapi situasi industri yang semakin kompetitif, sehingga penyusunan strategi yang adaptif menjadi kebutuhan utama.

“Rakernas ini diharapkan mampu merumuskan program kerja yang realistis dan berdampak langsung bagi usaha anggota, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan dan daya saing destinasi Indonesia. Rakernas juga menjadi ruang untuk menyatukan visi serta memperkuat koordinasi pusat dan daerah,” kata Paul.

Paul juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota IINTOA atas konsistensi dan dedikasi mereka dalam memajukan pariwisata nasional.

“Ke depan, kolaborasi dan solidaritas ini akan menjadi kunci keberhasilan kita,” ujarnya di hadapan peserta dari berbagai daerah.

Kunjungan IINTOA dan AITTA ke PIK2 menegaskan posisi kawasan ini sebagai magnet baru pariwisata di Jakarta Utara.

Dengan fasilitas yang terus diperbarui dan pengembangan kawasan yang masif, PIK2 dinilai memiliki modal kuat untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional sekaligus bersaing dengan destinasi urban tourism dunia.

Baca Juga: Terungkap, Kapal VLGC Dibutuhkan Pertamina untuk Impor LPG

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.