Extraordinary November di PIK: Surga Kuliner yang Hidup oleh Musik

AKURAT.CO Pantai Indah Kapuk (PIK) bukan hanya pusat hiburan, tetapi juga medan eksplorasi kuliner yang terus tumbuh.
Memasuki Extraordinary November, kawasan ini menyusun rangkaian acara yang menempatkan makanan dan pengalaman gastronomi sebagai poros utama, namun tetap dikelilingi denyut musik, budaya, hingga aktivitas keluarga.
Hasilnya, bulan ini bukan sekadar waktu untuk makan, tetapi ruang untuk menikmati ekosistem hiburan yang berlapis.
“November ini, kawasan PIK menghadirkan begitu banyak event spektakuler yang skalanya telah mencapai taraf nasional, bahkan internasional. Ini bukan sekadar rangkaian acara bulanan biasa; ini adalah pameran dari apa yang PIK tawarkan sebagai destinasi wisata world-class,” ujar Fenny Maria, Head of Tourism Development Agung Sedayu Group, Minggu (16/11/2025).
Dragon Point menjadi pusat perayaan kuliner sepanjang November. “Jajanan Kalcer” yang berlangsung 7–9 November menghadirkan deretan tenant kreatif dari pelaku UMKM muda.
Setelah itu, kawasan yang sama langsung disambung dengan “Food Market” oleh Pergi Kuliner mulai 22 November hingga 7 Desember.
Keduanya menawarkan bukan hanya makanan, tetapi ruang bertemu bagi berbagai komunitas. Pengunjung yang datang untuk mencicipi hidangan lokal dan internasional dapat menikmati suasana yang santai dengan latar belakang hiburan musik.
Baca Juga: Didukung AMAN Group, BlackQoral Siapkan Ruang Advisory bagi Gen Z dan Gen Alpha
Yang menarik, festival kuliner ini menjadi titik awal bagi banyak wisatawan untuk menjelajahi agenda lain di kawasan PIK. Selepas bersantap, pengunjung bisa menyambangi konser besar seperti “Sunset di Pantai 2025” atau mampir ke NU HighSchool Festival dan SPIKE PIK2 Euphoria.
Rangkaian musik internasional dari Noyo x 80 Proof, menampilkan Nervo, Nicky Romero, Marnik, hingga Yellow Claw juga menjadi lanjutan alami bagi pengunjung yang sudah menikmati kuliner sebagai pembuka hari mereka.
Kuliner di PIK tidak berdiri sendiri. Tepat di sekitar festival makanan, berbagai acara budaya turut berlangsung dan menambah intensitas suasana.
Perayaan Galungan dan Kuningan di Aloha, Grand Opening Sunset Pier bertema “Aku, Wastra, dan Kisah”, pertunjukan Akademi Barongsai, hingga Batavia Tales menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin mencicipi pengalaman budaya seusai menikmati hidangan.
Sementara itu, pameran seni rupa “A Path to Glory” oleh Linda Gallery memberi lapisan eksplorasi visual yang meneduhkan di tengah hiruk pikuk acara.
Festival kuliner selalu menarik keluarga. Karena itu, rangkaian Extraordinary November memperkaya agenda dengan OS GOT Talent, Indomaret Run, serta sesi olahraga seperti Sundown Workout.
Di ranah religi, ada dua kegiatan utama: perayaan satu tahun perjalanan Si Mian Fo dan misa adorasi di Taman Doa Our Lady of Akita,membuktikan bahwa PIK membuka ruang bagi keragaman aktivitas spiritual.
“Extraordinary November ini sejalan dengan visi dari PIK Tourism Board, untuk menciptakan destinasi pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan mendunia,” tutur Fenny Maria.
Baca Juga: Raja Salman Bangun “Ka'bah Baru” di Jeddah, Apa dan untuk Apa?
Di PIK, kuliner menjadi elemen yang mempersatukan. Setelah makan, pengunjung bisa menikmati musik; setelah berbelanja, mereka dapat mengikuti workshop seni; setelah berjalan-jalan, mereka bisa menutup hari dengan festival keluarga.
November di PIK adalah bukti bahwa makanan bukan hanya elemen pelengkap, tetapi titik temu dari seluruh pengalaman wisata modern yang disusun dalam satu kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









