Apa Itu Bahan Bakar Nabati (BBN) dan Bagaimana Cara Kerjanya?

AKURAT.CO Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis energi dan perubahan iklim, dunia kini mulai beralih pada sumber energi yang lebih ramah lingkungan, yaitu munculnya bahan bakar nabati (BBN).
Apa itu bahan bakar nabati? Sebutan baru untuk jenis energi terbarukan yang dihasilkan dari tumbuhan dan bahan organik alami.
Inovasi ini hadir sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang kian menipis dan berisiko tinggi terhadap lingkungan.
Tidak hanya menjadi pilihan berkelanjutan, bahan bakar nabati juga menawarkan berbagai keunggulan, seperti emisi gas buang yang lebih rendah dan potensi besar untuk mendukung ekonomi hijau.
Baca Juga: Para Ilmuwan Ubah Kotoran Manusia Jadi Bahan Bakar Nabati yang Terbarukan
Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, bahan bakar nabati kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata menuju masa depan energi bersih.
Berikut ini penjelasan lengkap mengenai bahan bakar nabati dan cara kerjanya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan energi nasional.
Apa Itu Bahan Bakar Nabati (BBN)?
Bahan bakar nabati merupakan energi alternatif yang dibuat dari tumbuhan atau bahan organik alami. Jenisnya meliputi Biodiesel Murni (B100), Bioetanol Murni (E100), dan Minyak Nabati Murni (O100).
Bahan bakar Nabati ini diketahui menjadi pilihan ramah lingkungan karena berasal dari sumber yang dapat diperbarui.
Baca Juga: Produksi Bahan Bakar Nabati Dinilai Masih Mahal
Contoh dari bahan bakar nabati antara lain:
1. Biodiesel: Bahan bakar yang dibuat dari minyak nabati seperti kelapa sawit, kedelai, atau jarak.
2. Bioetanol: Bahan bakar yang dihasilkan dari fermentasi bahan berpati atau bergula seperti tebu, jagung, atau singkong.
Karena berasal dari sumber yang bisa diperbarui, bahan bakar nabati dianggap lebih ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon, sehingga mendukung upaya menjaga kelestarian bumi.
Bagaimana Cara Kerja Bahan Bakar Nabati?
Cara kerja bahan bakar nabati sebenarnya mirip dengan bahan bakar fosil, hanya saja sumber energinya berasal dari tumbuhan atau bahan organik. Berikut penjelasan sederhananya:
1. Proses Pembuatan
Bahan nabati seperti kelapa sawit, jagung, tebu, atau singkong diolah untuk menghasilkan cairan bahan bakar, misalnya biodiesel atau bioetanol.
Prosesnya melibatkan reaksi kimia seperti fermentasi untuk bioetanol dan transesterifikasi untuk biodiesel.
2. Proses Penggunaan di Mesin
Setelah diolah, bahan bakar nabati bisa langsung digunakan atau dicampur dengan bensin atau solar dalam mesin kendaraan.
Ketika dibakar di ruang mesin, bahan bakar ini menghasilkan energi panas yang menggerakkan piston dan mengubahnya menjadi tenaga.
Baca Juga: Produksi Bahan Bakar Nabati Dinilai Masih Mahal
3. Hasil dan Dampaknya
Hasil pembakarannya menghasilkan energi seperti bahan bakar biasa, tetapi lebih bersih karena emisi karbon yang dihasilkan lebih rendah.
Karena berasal dari sumber alami yang dapat diperbarui, bahan bakar nabati juga membantu mengurangi ketergantungan pada minyak bumi.
Singkatnya, bahan bakar nabati bekerja dengan cara mengubah energi dari tumbuhan menjadi tenaga untuk menjalankan mesin, namun dengan dampak lingkungan yang lebih ramah.
Proses pembuatan biodiesel memang mirip dengan penyulingan minyak goreng, namun melibatkan reaksi kimia yang berbeda.
Proses ini disebut transesterifikasi, yaitu pencampuran minyak nabati atau CPO dengan alkohol (biasanya metanol) menggunakan katalis sebagai pemicu reaksi.
Dari proses tersebut dihasilkan dua produk utama: biodiesel (secara kimia disebut Fatty Acid Methyl Esters atau FAME) dan gliserin sebagai hasil sampingan.
Secara sederhana, prosesnya bisa digambarkan seperti ini:
Minyak nabati + Alkohol = Biodiesel + Gliserin.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, bahan bakar nabati menjadi solusi energi masa depan yang lebih bersih, terbarukan, dan ramah lingkungan.
Dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti tumbuhan, bahan bakar ini tak hanya membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga mendukung upaya dunia dalam menciptakan energi berkelanjutan demi bumi yang lebih hijau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




