Akurat

Cara Mencuci Mukena agar Tetap Putih dan Bersih Seperti Baru

Wahyu SK | 12 November 2025, 08:13 WIB
Cara Mencuci Mukena agar Tetap Putih dan Bersih Seperti Baru

AKURAT.CO Mukena merupakan perlengkapan ibadah yang memiliki makna penting bagi setiap muslimah.

Selain berfungsi sebagai penutup aurat saat salat, mukena juga menjadi simbol kebersihan, kesucian, dan kerapian dalam beribadah kepada Allah SWT.

Karena digunakan setiap hari, mukena tentu perlu dirawat dengan baik agar tetap bersih, harum, dan tampak putih seperti baru.

Sayangnya, banyak yang tidak menyadari bahwa perawatan mukena membutuhkan cara khusus. Jika dicuci sembarangan, warna putihnya bisa cepat kusam, menguning, atau bahkan rusak.

Merawat mukena sebetulnya tidak sulit, tetapi perlu ketelatenan dan perhatian pada detail kecil, mulai dari cara merendam, memilih deterjen, hingga menjemurnya.

Berikut ini panduan lengkap tentang bagaimana cara mencuci mukena agar tetap putih, bersih, dan awet meski sering digunakan.

1. Pisahkan Mukena dari Cucian Lain

Langkah pertama yang sering diabaikan adalah memisahkan mukena dari pakaian lain, terutama yang berwarna gelap. Pakaian berwarna berisiko melunturkan warna dan menodai mukena putih.

Selain itu, mukena umumnya terbuat dari bahan lembut seperti sutra, katun halus, satin, atau rayon yang membutuhkan perlakuan khusus.

Dengan mencucinya secara terpisah, kamu dapat menghindari gesekan dengan kain kasar atau ritsleting yang bisa merusak serat kain mukena.

2. Rendam dengan Air Dingin dan Deterjen Lembut

Gunakan air dingin atau suhu normal saat merendam mukena. Air panas justru bisa merusak warna alami kain dan membuat serat menjadi rapuh.

Campurkan sedikit deterjen lembut khusus untuk pakaian halus atau deterjen bayi karena jenis deterjen ini tidak mengandung bahan pemutih keras yang bisa menyebabkan warna putih tampak kekuningan.

Rendam mukena selama 10-15 menit untuk membantu mengangkat kotoran ringan seperti debu, keringat, atau sisa make up. Jika terlalu lama direndam, kotoran justru dapat menempel kembali ke serat kain, membuat hasil cucian menjadi kusam.

3. Bersihkan Noda secara Lembut

Setelah direndam, periksa bagian-bagian mukena yang sering terkena noda, seperti area dahi, leher, dan tangan.

Hindari mengucek terlalu keras karena hal itu bisa membuat kain cepat tipis atau bahkan robek. Cukup gosok lembut dengan tangan atau spons halus.

Untuk noda yang membandel, seperti bekas bedak atau minyak wajah, kamu bisa membuat pasta alami dari baking soda dan air.

Oleskan tipis-tipis di area noda, diamkan selama beberapa menit, lalu bilas perlahan. Baking soda membantu mengangkat noda tanpa merusak warna dan serat kain.

4. Bilas hingga Tidak Ada Sisa Deterjen

Proses pembilasan juga sangat penting. Pastikan semua sisa sabun benar-benar hilang dari mukena.

Deterjen yang tertinggal dapat menyebabkan kulit gatal dan meninggalkan bercak putih saat kering. Bilas mukena dengan air bersih beberapa kali hingga air bilasan benar-benar jernih.

Jika ingin menambahkan pelembut atau pewangi pakaian, gunakan secukupnya saja. Terlalu banyak pewangi bisa membuat serat kain cepat lemah dan berbau menyengat. Pilih aroma lembut seperti bunga melati atau baby powder agar terasa segar dan menenangkan saat digunakan beribadah.

5. Hindari Menjemur di Bawah Terik Matahari

Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menjemur mukena langsung di bawah sinar matahari. Sinar matahari yang terlalu panas bisa menyebabkan warna putih menjadi kekuningan dan membuat bahan mukena cepat kusam.

Sebaiknya, jemur mukena di tempat teduh yang tetap memiliki sirkulasi udara baik.

Kamu juga bisa menjemur mukena dengan posisi terbalik -bagian dalam di luar- agar permukaan luar terlindungi dari debu dan sinar matahari langsung. Gantung mukena dengan rapi agar tidak meninggalkan bekas lipatan saat kering.

6. Setrika dengan Suhu Rendah dan Hati-Hati

Setelah kering, langkah berikutnya adalah menyetrika mukena agar terlihat rapi dan halus. Gunakan setrika bersuhu rendah atau sedang sesuai dengan jenis bahan mukena.

Jika bahan mukena cukup tipis atau sensitif, gunakan alas kain tipis di atasnya agar tidak meninggalkan bekas kilap atau gosong.

Selain itu, kamu bisa menyemprotkan sedikit pewangi setrika untuk memberikan aroma segar yang tahan lama. Namun, pastikan mukena benar-benar kering sebelum disetrika agar tidak berbau apek.

7. Simpan di Tempat Bersih dan Kering

Perawatan tidak berhenti setelah mencuci dan menyetrika. Cara penyimpanan juga berpengaruh besar terhadap keawetan mukena.

Simpan mukena di tempat yang bersih, kering, dan tidak lembap. Jika disimpan dalam lemari tertutup, kamu bisa menambahkan pewangi lemari atau kantong penyerap kelembapan agar mukena tidak berjamur.

Pastikan mukena dilipat dengan rapi dan tidak diletakkan di bawah tumpukan pakaian berat. Hindari menyimpan mukena dalam keadaan lembap karena bisa menimbulkan noda kuning dan bau tidak sedap.

8. Gunakan secara Bersih dan Bijak

Selain cara mencuci, kebiasaan saat menggunakan mukena juga menentukan kebersihannya. Sebaiknya cuci tangan dan wajah sebelum mengenakan mukena agar tidak menempelkan sisa minyak, bedak atau make up pada kain.

Gunakan alas kepala atau ciput jika kamu sering memakai riasan, untuk mencegah noda di bagian dahi mukena.

Jika memungkinkan, miliki lebih dari satu mukena agar bisa dipakai bergantian. Dengan begitu, mukena tidak terlalu sering dicuci dan daya tahannya menjadi lebih lama.

Menjaga mukena agar tetap putih bersih bukan sekadar soal penampilan, tetapi juga bagian dari adab dan rasa hormat saat beribadah. Mukena yang bersih, harum, dan terawat mencerminkan kebersihan hati seseorang dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan mencucinya secara lembut, menggunakan deterjen yang tepat, serta mengeringkan dan menyimpannya dengan benar, mukena putihmu akan selalu tampak segar dan awet digunakan dalam jangka panjang.

Kebersihan adalah sebagian dari iman dan merawat mukena adalah salah satu bentuk kecil dari menjaga kesucian dalam beribadah.

Laporan: Bunga Adinda/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK