Jotun Perkenalkan Tren Warna Global 2026 Bertema 'Soulful Spaces'

AKURAT.CO Kebutuhan masyarakat terhadap rumah yang nyaman semakin meningkat seiring perubahan gaya hidup modern. Rumah kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat beraktivitas, tetapi juga menjadi ruang pemulihan energi dan ekspresi diri penghuninya.
Menjawab tren tersebut, Jotun memperkenalkan Global Colour Collection 2026 bertajuk 'Soulful Spaces'. Koleksi warna ini dirancang sejalan dengan tren global yang menonjolkan kedekatan dengan alam dan pencarian ketenangan di tengah kesibukan perkotaan.
"Warna adalah bahasa universal yang menerjemahkan perasaan menjadi pengalaman visual dalam kehidupan sehari-hari," ujar Arun Kumar selaku President Director PT Jotun Indonesia, saat acara peluncuran di MGP Space, Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Jotun menjelaskan bahwa seluruh palet warna dalam koleksi ini dikurasi secara global. Setiap warna dirancang agar tetap harmonis antara satu ruang dengan ruang lainnya.
Terdapat tiga palet utama dalam Global Colour Collection 2026. Pertama, Passage of Time, yang menonjolkan warna hangat dan elegan seperti Sophisticated Red dan Coffee, memberi kesan klasik yang abadi.
Kedua, Art of Stillness, menampilkan nuansa lembut seperti Hazelnut Beige dan Iconic untuk menciptakan ketenangan di setiap sudut rumah. Ketiga, Joyful Living, menghadirkan warna cerah seperti Mild Ochre dan Olive yang memancarkan semangat dan optimisme.
Menurut Jotun, tiap palet warna mencerminkan kebutuhan emosional berbeda seperti nostalgia, ketenangan dan energi positif. Warna-warna ini tetap relevan di berbagai era dan mudah dipadukan untuk menciptakan suasana harmonis di rumah.
Melalui Soulful Spaces, Jotun ingin menginspirasi masyarakat Indonesia menjadikan rumah sebagai ruang yang seimbang dan penuh kebersamaan. Setiap warna dalam koleksi ini diharapkan menghadirkan suasana hangat, tenang dan mencerminkan karakter penghuninya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









