Akurat

Apa Itu Perceraian yang Damai dan Mengapa Banyak Pasangan Memilih Jalur Ini?

Iim Halimatus Sadiyah | 30 Oktober 2025, 16:15 WIB
Apa Itu Perceraian yang Damai dan Mengapa Banyak Pasangan Memilih Jalur Ini?

AKURAT.CO Perceraian yang damai sering kali dianggap sebagai akhir yang menyakitkan, namun banyak pasangan yang menginginkannya.

Banyak pasangan kini memilih menjalani perceraian damai agar proses perpisahan terasa lebih tenang, saling menghormati, dan tetap menjaga hubungan.

Dengan komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang sehat, perceraian damai dapat menjadi langkah bijak untuk menutup hubungan tanpa meninggalkan luka yang mendalam.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai perceraian yang damai, usai adanya kabar perceraian Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa.

Baca Juga: Isi Pernyataan Lengkap Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa Soal Perceraian yang Damai

Apa Itu Perceraian yang Damai?

Perceraian yang berlangsung secara damai biasanya terjadi ketika kedua pihak berhasil mencapai kesepakatan tanpa harus berhadapan di pengadilan. 

Proses dan hasilnya tentu berbeda pada setiap pasangan, tergantung pada kedewasaan dan komunikasi di antara mereka. 

Bagi sebagian orang, perpisahan ini justru membuka jalan untuk menjaga hubungan baik, entah dalam bentuk persahabatan maupun kerja sama dalam mengasuh anak. 

Namun bagi yang lain, perceraian damai berarti mampu menyelesaikan segala persoalan dengan saling menghormati dan bekerja sama.

Baca Juga: Raisa Tampil Anggun Duet dengan Babyface, Curi Perhatian di Tengah Perceraian

Cara Bercerai Secara Damai dengan Pasangan 

Perceraian memang sering menjadi proses yang berat secara emosional dan mental, karena buruh pertimbangan panjang.

Namun, bukan berarti setiap perpisahan harus berakhir dengan konflik dan permusuhan. 

Dengan memilih jalan yang damai, perceraian dapat dijalani secara lebih bijak dan membangun. 

Melalui kerja sama dan komunikasi yang baik dengan mantan pasangan, kamu bisa menghadapi setiap tantangan dengan sikap saling menghormati dan kooperatif. 

Meski begitu, hal ini tentu membutuhkan komitmen dan kesediaan dari kedua belah pihak untuk tetap terbuka dan berempati sepanjang prosesnya.

Jika kamu dan pasangan ingin membuat kesepakatan mengenai keuangan atau pengasuhan anak, sebenarnya tidak selalu harus melalui jalur pengadilan. 

Selama kedua belah pihak terbuka dan mau bekerja sama, ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk mencapai kesepakatan dengan lebih tenang dan efisien.

Baca Juga: 5 Hak Anak Pasca Perceraian yang Wajib Dipenuhi

Mengapa Banyak Pasangan Memilih Perceraian Damai?

Banyak pasangan memilih menjalani perceraian secara damai karena ingin mengakhiri hubungan dengan cara yang lebih bijak dan tanpa konflik berkepanjangan. Berikut beberapa alasannya:

1. Menghindari Pertengkaran dan Drama Emosional

Perceraian damai membantu menjaga ketenangan batin, menghindarkan kedua pihak dari stres dan luka emosional yang lebih dalam.

2. Demi Kebaikan Anak

Bagi pasangan yang memiliki anak, perpisahan tanpa konflik memberi contoh kedewasaan dan menjaga stabilitas emosional anak.

3. Lebih Hemat Waktu dan Biaya

Proses hukum di pengadilan bisa panjang dan mahal. Dengan kesepakatan damai, semua bisa diselesaikan lebih cepat dan efisien.

4. Menjaga Hubungan Baik

Perceraian damai memungkinkan mantan pasangan tetap saling menghormati, terutama jika masih harus berinteraksi dalam pekerjaan atau pengasuhan.

5. Memberi Penutupan yang Tenang dan Positif

Dengan berpisah secara baik, kedua pihak bisa melanjutkan hidup tanpa dendam, membawa kedamaian dan kesempatan untuk tumbuh lebih baik secara pribadi.

Perceraian damai bukan sekadar tentang berpisah tanpa pertengkaran, melainkan tentang memilih jalan yang lebih bijak, tenang, dan penuh rasa hormat. 

Dengan saling memahami dan bekerja sama, pasangan yang berpisah bisa tetap memulai hidup baru dengan lebih positif dan dewasa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.