Akurat

Makna, Cara, dan Waktu Terbaik untuk Melakukan Doa Rosario

Herry Supriyatna | 26 Oktober 2025, 00:00 WIB
Makna, Cara, dan Waktu Terbaik untuk Melakukan Doa Rosario

AKURAT.CO Doa rosario merupakan salah satu bentuk devosi umat Katolik yang berfokus pada permenungan misteri keselamatan Yesus Kristus.

Dalam pelaksanaannya, umat Katolik mengucapkan rangkaian doa seperti Bapa Kami dan Salam Maria sambil merenungkan peristiwa penting dalam kehidupan Yesus.

Doa ini umumnya menggunakan untaian manik-manik yang disebut rosario untuk membantu menghitung urutan doa.

Struktur dan Cara Berdoa Rosario

Rosario terdiri dari ratusan manik-manik yang berfungsi sebagai panduan dalam doa. Setiap sesi doa berfokus pada salah satu dari empat kelompok misteri, yaitu:

  • Misteri Gembira, seperti peristiwa kelahiran Yesus.

  • Misteri Sedih, misalnya saat Yesus disalibkan.

  • Misteri Mulia, yang menggambarkan kebangkitan Kristus.

  • Misteri Terang, seperti peristiwa baptisan Yesus di Sungai Yordan.

Setelah merenungkan satu misteri, umat Katolik biasanya mengucapkan sepuluh kali doa Salam Maria disertai renungan atau nyanyian rohani.

Baca Juga: Presiden Venezuela Maduro Tuduh Amerika Serikat Rekayasa Perang Baru di Karibia

Doa dimulai dengan Syahadat Para Rasul dan Bapa Kami, lalu diakhiri dengan doa penutup sesuai tradisi gereja.

Makna dan Manfaat Doa Rosario

Meskipun doa rosario merupakan bentuk penghormatan kepada Bunda Maria, pusat renungannya tetap berfokus pada Yesus Kristus.

Melalui doa ini, umat diajak untuk memahami lebih dalam makna penderitaan, kebangkitan, dan cinta kasih Tuhan kepada manusia.

Beberapa manfaat spiritual dari doa rosario antara lain:

  • Memperkuat iman dan hubungan pribadi dengan Tuhan.

  • Menumbuhkan kerendahan hati serta kedamaian batin.

  • Meningkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam keluarga atau komunitas.

  • Menjadi sarana permohonan, terutama saat menghadapi kesulitan hidup atau memohon perdamaian dunia.

Paus Paulus VI pernah menegaskan pentingnya kontemplasi dalam doa rosario. Tanpa permenungan yang mendalam, doa ini bisa kehilangan makna dan sekadar menjadi pengulangan kata.

Karena itu, kontemplasi membantu umat merasakan kehadiran Kristus dalam setiap misteri yang direnungkan.

Komponen Utama dalam Doa Rosario

Dalam setiap rangkaian doa, umat mengulang doa Salam Maria sebanyak sepuluh kali di antara renungan setiap peristiwa.

Selain itu, doa rosario juga mencakup Syahadat Para Rasul dan Bapa Kami sebagai pembuka.

Melalui doa ini, umat Katolik memohon perantaraan Bunda Maria untuk semakin dekat kepada Yesus.

Doa rosario dapat dilakukan kapan saja, baik secara pribadi maupun bersama-sama, meskipun terdapat waktu-waktu khusus yang dianggap istimewa.

Baca Juga: Kolaborasi Pemprov Sumsel dan BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui UMKM

Waktu Terbaik untuk Berdoa Rosario

Secara tradisional, ada dua bulan yang dianggap istimewa untuk berdoa rosario, yaitu:

  • Bulan Mei, dikenal sebagai Bulan Maria, di mana umat memperbanyak devosi kepada Bunda Maria.

  • Bulan Oktober, disebut Bulan Rosario Suci, untuk mengenang kemenangan dalam Pertempuran Lepanto pada 7 Oktober 1571.

Selain dua bulan tersebut, doa rosario juga bisa dilakukan setiap hari. Umat dapat menyesuaikan peristiwa yang direnungkan sesuai hari dalam minggu:

  • Senin & Sabtu: Misteri Gembira

  • Selasa & Jumat: Misteri Sedih

  • Rabu & Minggu: Misteri Mulia

  • Kamis: Misteri Terang

Doa rosario bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk kontemplasi yang mengajak umat Katolik untuk semakin mendalami iman dan menghadirkan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
Herry Supriyatna