Apa Itu Supermoon? Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Fenomena Langka Ini

AKURAT.CO Pernahkah kamu menatap langit malam dan melihat bulan tampak jauh lebih besar, lebih bulat, dan lebih terang dari biasanya? Nah, momen menakjubkan itu disebut Supermoon, sebuah fenomena langka yang selalu berhasil mencuri perhatian para pengamat langit di seluruh dunia.
Namun, apa sebenarnya Supermoon itu? Dan bagaimana penjelasan ilmiah di balik penampakan Bulan yang "super" ini? Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini penjelasan selengkapnya.
Definisi Supermoon
Secara sederhana, Supermoon adalah istilah populer untuk menggambarkan Bulan Purnama atau Bulan Baru yang terjadi ketika Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi dalam orbitnya.
Istilah ilmiah yang lebih tepat untuk menyebut fenomena ini adalah Bulan Purnama Perigee (Perigean Full Moon).
Perigee dan Apogee
Untuk memahami Supermoon, kita perlu mengetahui bentuk orbit Bulan mengelilingi Bumi. Orbit Bulan tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips (oval). Oleh karena itu, jarak antara Bumi dan Bulan selalu berubah.
Perigee: Titik di mana Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi dalam orbit elipsnya.
Apogee: Titik di mana Bulan berada pada jarak terjauh dari Bumi dalam orbit elipsnya.
Supermoon terjadi ketika fase Bulan Purnama (Full Moon) atau Bulan Baru (New Moon) bertepatan dengan momen Perigee.
Meskipun Supermoon dapat terjadi pada fase Bulan Baru, penampakan yang paling dramatis dan dapat kita lihat adalah saat terjadi pada fase Bulan Purnama.
Penjelasan Ilmiah: Mengapa Terlihat Lebih Besar dan Terang?
Penampakan Supermoon yang tampak "super" disebabkan oleh dua faktor ilmiah utama:
1. Jarak yang Lebih Dekat (Perigee)
Saat Bulan berada di titik Perigee, jarak rata-ratanya sekitar 363.300 kilometer dari Bumi. Jarak ini kira-kira 48.280 kilometer lebih dekat dibandingkan saat Bulan berada di titik Apogee (terjauh).
Kedekatan ini membuat diameter visual Bulan tampak sekitar 7% hingga 15% lebih besar daripada Bulan Purnama biasa atau Micromoon (Bulan Purnama yang terjadi di Apogee).
2. Kecerahan yang Meningkat
Karena jaraknya yang lebih dekat, Supermoon juga memantulkan cahaya matahari ke Bumi dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini menyebabkan Supermoon tampak sekitar 30% lebih terang dibandingkan Bulan Purnama yang paling jauh (Micromoon).
Peningkatan kecerahan ini membuat pengamatan Supermoon menjadi momen yang spektakuler bagi para pengamat langit.
Supermoon dan Pengaruhnya terhadap Bumi
Supermoon sering dikaitkan dengan fenomena alam tertentu. Namun, pengaruh yang paling signifikan dan terbukti secara ilmiah adalah pada pasang surut air laut.
Pasang Surut Perigee (Perigean Tides)
Gravitasi Bulan adalah pendorong utama pasang surut di Bumi. Ketika Bulan berada di Perigee, tarikan gravitasinya sedikit lebih kuat karena jaraknya yang lebih dekat.
Meskipun dampaknya tidak dramatis, Supermoon dapat menyebabkan Pasang Surut Perigee yang menghasilkan pasang laut tertinggi (spring tides) dan surut laut terendah (neap tides) yang sedikit lebih ekstrem dari kondisi pasang surut normal.
Efek ini umumnya hanya terlihat di wilayah pantai yang sangat spesifik dan tidak menimbulkan bencana besar seperti banjir bandang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









