Apa Itu Upskilling? Pengertian, Manfaat, dan Cara Melakukannya untuk Karier yang Lebih Baik
Eko Krisyanto | 7 Oktober 2025, 19:56 WIB

AKURAT.CO Banyak profesi baru bermunculan dan sebagian lainnya menuntut peningkatan kemampuan agar tetap relevan.
Konsep upskilling pun muncul sebagai langkah penting bagi siapa pun yang ingin mempertahankan posisi dan mengembangkan potensi di dunia profesional.
Upskilling merupakan proses meningkatkan kemampuan dan kompetensi seseorang agar mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri.
Dilansir dari Teachfloor, “Upskilling is improving your skills to stay relevant in your current role or prepare for future challenges,” yaitu peningkatan keterampilan yang bertujuan menjaga relevansi di dunia kerja yang dinamis. Proses ini tidak hanya berfokus pada mempelajari hal baru, tetapi juga memperdalam kemampuan yang sudah dimiliki agar lebih optimal.
Upskilling dilakukan oleh individu yang ingin memperkuat karier atau organisasi yang ingin meningkatkan produktivitas karyawan. Penerapan konsep ini banyak ditemukan di perusahaan yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, kursus, dan pembelajaran digital.
Kegiatan upskilling dilakukan secara berkelanjutan karena keterampilan kerja terus berkembang seiring munculnya teknologi baru. Setiap individu perlu menyesuaikan diri agar tetap kompetitif dan tidak tertinggal dari perubahan zaman.
Upskilling dapat diterapkan di berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, pemasaran digital, desain, hingga komunikasi.
Setiap sektor memiliki kebutuhan keterampilan yang spesifik, namun tujuan utamanya tetap sama, yaitu peningkatan kompetensi dan efisiensi kerja. Proses ini tidak hanya menguntungkan individu yang melakukannya, tetapi juga perusahaan yang mendapatkan tenaga kerja lebih terampil dan produktif.
Cara Melakukan Upskilling untuk Karier yang Lebih Baik
1. Analisis Keterampilan Saat Ini
Langkah pertama adalah mengenali kemampuan yang sudah dimiliki dan keterampilan apa yang masih perlu ditingkatkan. Bandingkan dengan kebutuhan industri atau posisi yang diinginkan agar upaya pengembangan lebih terarah.
2. Tetapkan Tujuan Belajar yang Jelas
Tentukan sasaran yang ingin dicapai, seperti menguasai software baru, memahami strategi pemasaran digital, atau meningkatkan kemampuan komunikasi profesional.
3. Pilih Metode Belajar yang Sesuai
Upskilling dapat dilakukan melalui pelatihan daring, kursus profesional, mentoring, atau pelatihan di tempat kerja. Gunakan platform seperti Coursera, edX, atau pelatihan internal perusahaan.
4. Laksanakan Secara Konsisten
Konsistensi menjadi kunci keberhasilan upskilling. Tetapkan jadwal belajar rutin dan terapkan ilmu yang diperoleh dalam pekerjaan sehari-hari agar hasilnya lebih terasa.
5. Evaluasi dan Sesuaikan
Setelah mengikuti proses belajar, lakukan evaluasi terhadap perkembangan yang dicapai. Jika masih terdapat kekurangan, perbaiki dengan metode atau materi baru yang lebih efektif.
Manfaat Upskilling
Upskilling memberikan banyak manfaat, baik bagi individu maupun organisasi.
Menurut Gajihub dan Edunitas, upskilling berperan penting dalam memperkuat posisi seseorang di dunia kerja serta membantu perusahaan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.
- Meningkatkan Kompetensi dan Daya Saing
- Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi
- Mendorong Inovasi dan Kreativitas
- Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Karyawan
- Mengisi Kesenjangan Keterampilan (Skill Gap)
Cara dan manfaat tersebut menjadikan upskilling sebagai tren dan kebutuhan strategis di era digital.
Karyawan yang aktif meningkatkan keterampilan akan lebih siap menghadapi perubahan industri, sementara perusahaan dapat menjaga stabilitas dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









