Akurat

Apa Arti Prasmanan dalam Bahasa Belanda? Ternyata Ini Asal-usulnya

Shalli Syartiqa | 5 Oktober 2025, 22:28 WIB
Apa Arti Prasmanan dalam Bahasa Belanda? Ternyata Ini Asal-usulnya

AKURAT.CO ​Istilah prasmanan yang kita kenal di Indonesia memiliki akar yang menarik dari bahasa Belanda. ​​

Kata ini merupakan pelesetan dari kata Belanda "fransman", yang berarti "orang Prancis"​. ​

Jadi, secara harfiah, 'prasmanan' dapat diartikan sebagai "seperti orang Prancis". ​Penamaan ini muncul karena orang-orang Prancis memiliki kebiasaan menyajikan makanan dengan menatanya di atas meja.

Hubungan dengan Kata Buffet

​Dalam bahasa Belanda, istilah yang setara dengan prasmanan adalah buffet. ​Kata buffet ini sebenarnya berasal dari bahasa Prancis.

​Awalnya, buffet merujuk pada perabot seperti lemari dengan beberapa rak yang digunakan untuk memajang piring atau hidangan.

​Orang Prancis-lah yang memulai gaya menghidangkan berbagai hidangan di rak-rak lemari buffet ini. ​

Kemudian, kata buffet yang semula merujuk pada furnitur meja kecil tempat makanan disajikan, kini menjadi istilah untuk cara penyajian makanan itu sendiri.

Sejarah Prasmanan di Nusantara

​Di Hindia Belanda, terutama di Batavia, ada beberapa sebutan untuk orang Prancis, yaitu prasman (dari bahasa Belanda fransman), prancis (dari kata Français), dan didong (dari bahasa Prancis dis donc).

​Karena kesulitan dalam melafalkan kata buffet, gaya penyajian makanan swalayan ini kemudian dikenal sebagai 'makan prasman' dan berkembang menjadi 'makan prasmanan'.

Pengaruh Budaya Prancis di Eropa dan Nusantara

​Pada akhir abad ke-18, budaya Prancis mendominasi Eropa, termasuk dalam hal makanan, cara makan, dan pakaian.

​Hal ini dilandasi oleh prestise besar dari kehidupan istana Louis XIV yang menunjukkan kemakmuran dan gaya hidup kelas atas.

​Tradisi penyajian makanan secara buffet ini dikenal sebagai service a la francaise atau gaya Prancis. ​

Para penjajah Belanda di Nusantara juga mengadopsi cara berpesta atau menghidangkan makanan ala Prancis ini.

​Istilah prasmanan menjadi lazim karena banyak orang Prancis yang bertugas di Nusantara dan berkolaborasi dengan penjajah Belanda pada masa itu.

Di beberapa daerah di Indonesia, istilah prasmanan memiliki sebutan lain. ​

Contohnya, di Sumatera Selatan, terutama di Palembang, cara menghidangkan makanan seperti ini disebut 'makan prancis'. ​

Bahkan, undangan pernikahan di Palembang seringkali mencantumkan "Resepsi ala Perancis".

​Ini bertujuan untuk membedakannya dengan sistem hidangan lain seperti table service atau 'chia tuk' dalam bahasa Mandarin, di mana tamu duduk mengelilingi meja bundar dan hidangan disajikan oleh pelayan secara berurutan.

​Di Binjai, makan prasmanan biasa disebut sebagai 'makan jalan'.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.