Akurat

8 Cara Memilih Jalur yang Aman Saat Mendaki Gunung

Wahyu SK | 26 September 2025, 08:05 WIB
8 Cara Memilih Jalur yang Aman Saat Mendaki Gunung

AKURAT.CO Mendaki gunung merupakan kegiatan yang tidak hanya memberikan pengalaman berharga tapi juga menjadi sarana melatih fisik dan mental.

Aktivitas mendaki gunung memiliki risiko yang besar karena medannya sering kali penuh tantangan dan memutuhkan persiapan yang matang.

Salah satu aspek penting yang kerap menentukan keselamatan pendaki adalah pemilihan jalur. Jalur yang tepat tidak hanya memudahkan pendakian tapi juga mengurangi potensi kecelakaan.

Oleh karena itu, memahami bagaimana cara memilih jalur yang aman menjadi kunci agar pendakian bisa berjalan lancar.

Baca Juga: Doa Mendaki Gunung dalam Islam yang Diajarkan Rasulullah

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memasikan jalur pendakian aman:

1. Cari Informasi Jalur dari Sumber Resmi

Sebelum berangkat, pastikan mencari informasi jalur dari sumber terpercaya, seperti:
• Balai Taman Nasional atau pengelola gunung.
• Komunitas pendaki yang berpengalaman.
• Website resmi atau akun media sosial pengelola.

Informasi ini penting untuk mengetahui kondisi jalur terbaru, status buka-tutup, serta aturan keselamatan.

2. Pilih Jalur Resmi dan Terbuka

Hindari jalur yang belum jelas atau ilegal, karena jalur resmi biasanya sudah dipetakan, dilengkapi tanda dan lebih terjaga keamanannya. Jalur resmi juga sering memiliki pos pendakian, papan penunjuk hingga jalur evakuasi jika terjadi keadaan darurat.

Baca Juga: Obat-obatan Yang Wajib Dibawa Saat Mendaki Gunung, Pendaki Harus Tahu

3. Perhatikan Tingkat Kesulitan Jalur

Setiap jalur pendakian memiliki tingkat kesulitan berbeda. Pilih jalur sesuai kemampuan fisik dan pengalaman, misalnya:
• Jalur pemula: lebih landai, banyak pos peristirahatan dan waktu tempuh lebih singkat.
• Jalur menengah: ada tanjakan curam, jalur hutan lebat atau jalur berbatu.
• Jalur tingkat lanjut: terjal, minim sumber air, bahkan membutuhkan keterampilan teknis khusus.

Dengan menyesuaikan kemampuan, risiko kelelahan berlebihan atau cedera bisa dihindari.

4. Perhatikan Faktor Cuaca

Cuaca sangat memengaruhi keamanan jalur. Hujan deras bisa membuat jalur licin, longsor atau banjir di area tertentu.

Sebaiknya cek prakiraan cuaca sebelum berangkat dan hindari jalur berbahaya saat kondisi tidak mendukung.

Baca Juga: Hesti Purwadinata Bagikan Alasan dan Cerita Mistis Mendaki Gunung Lawu

5. Identifikasi Titik Berbahaya

Setiap gunung biasanya memiliki titik rawan, misalnya:
• Jurang curam.
• Jalur berbatu licin.
• Kawasan hutan rapat dengan risiko tersesat.
• Area yang rawan longsor atau badai.

Dengan mengetahui titik rawan sejak awal, pendaki bisa lebih berhati-hati saat melewatinya.

6. Ikuti Tanda Jalur dan Papan Petunjuk

Jalur resmi biasanya memiliki marka, pita penunjuk atau papan petunjuk arah. Jangan keluar dari jalur yang sudah ditetapkan karena berisiko tersesat atau masuk ke kawasan berbahaya.

7. Gunakan Aplikasi Peta atau GPS

Selain mengandalkan papan penunjuk, pendaki juga bisa menggunakan aplikasi peta offline atau GPS khusus outdoor.

Ini berguna untuk memastikan tetap berada di jalur yang benar, terutama di medan berkabut atau saat visibilitas rendah.

Baca Juga: Panduan Aman Mendaki Gunung untuk Pemula

8. Dengarkan Arahan Pemandu atau Pendaki Berpengalaman

Jika baru pertama kali mendaki gunung tertentu sebaiknya gunakan jasa pemandu lokal atau setidaknya ikut rombongan bersama pendaki yang berpengalaman. Mereka biasanya sudah mengenal jalur, titik air hingga jalur alternatif yang aman.

Laporan: Bunga Adinda/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK