Akurat

Menteri IMIPAS Puji PIK 2: Dukungan Nyata Bagi Karya Warga Binaan Lewat IPPA Fest 2025

Arief Rachman | 9 Agustus 2025, 17:57 WIB
Menteri IMIPAS Puji PIK 2: Dukungan Nyata Bagi Karya Warga Binaan Lewat IPPA Fest 2025

AKURAT.CO Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), Agus Andrianto, memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen Aloha PIK 2 yang sukses menjadi tuan rumah Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPA Fest) 2025.

Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia sekaligus HUT ke-2 Aloha PIK 2.

Menurut Agus, dukungan penuh dari pihak pengelola PIK 2 menjadi kunci terselenggaranya IPPA Fest 2025 yang menampilkan ribuan karya kreatif warga binaan, mulai dari fashion, kriya, kuliner, batik, hingga seni lukis.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Direksi PIK 2 yang telah menyediakan tempat dan fasilitas penunjang untuk IPPA Fest kali ini. Dukungan ini bukan sekadar penyediaan ruang, tetapi juga simbol kepercayaan kepada warga binaan bahwa karya mereka layak mendapat panggung,” ujar Agus, Sabtu (9/8/2025).

Agus menegaskan, festival ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkreasi dan berkontribusi kepada bangsa.

Ia memuji manajemen PIK 2 yang membuka akses bagi publik dan pelaku industri untuk melihat langsung potensi karya warga binaan yang memiliki nilai estetis dan ekonomis.

Baca Juga: Persiapan Sidang Tahunan dan Pidato Kenegaraan Presiden Tahun 2025 Hampir Rampung

Selain sebagai ajang pameran, IPPA Fest juga menjadi wadah kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat.

Agus menyebut, peran PIK 2 yang memberikan ruang promosi dan pemasaran sangat strategis dalam memperluas jangkauan produk warga binaan hingga pasar nasional dan internasional.

“Inilah bukti bahwa pembinaan di lapas dan rutan bukan hanya soal rehabilitasi, tetapi juga tentang menyiapkan SDM yang produktif. Dengan dukungan manajemen PIK 2, kami optimistis karya warga binaan dapat bersaing di pasar terbuka,” imbuhnya.

IPPA Fest 2025 menampilkan lebih dari 7.500 produk UMKM binaan pemasyarakatan dan 120 karya seni lukis.

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus memberikan kesempatan kedua kepada mereka yang tengah menjalani pembinaan.

“PIK 2 telah menunjukkan bahwa dukungan nyata kepada warga binaan adalah investasi sosial yang akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk individu yang lebih siap berkontribusi,” ujar Agus.

Dirjen Pemasyarakatan, Mashudi, menyampaikan, IPPA Fest menjadi wadah konkret pemberdayaan warga binaan melalui sektor ekonomi kreatif.

Kegiatan ini sekaligus selaras dengan butir ketiga Astacita Presiden Republik Indonesia dan program akselerasi Kementerian Hukum dan HAM, khususnya dalam bidang pemasyarakatan dan imigrasi.

Baca Juga: Apex Tactix × Back to 90’s Fest: Merayakan Kebersamaan, Gaya Hidup, dan Bangga Karya Lokal

“Tema ini mengingatkan kita bahwa semangat dan daya cipta warga binaan tak pernah dibatasi oleh tembok penjara. Mereka mampu berkarya, mencipta, dan membangun nilai,” ujar Mashudi.

Kegiatan ini diikuti oleh 33 Kantor Wilayah Pemasyarakatan dan 627 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia.

Mashudi menekankan, IPPA Fest memiliki empat tujuan utama:

1. Mendorong kewirausahaan dan industri kreatif melalui pemberdayaan warga binaan.
2. Memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat luas.
3. Menghadirkan pembinaan yang lebih terbuka dan partisipatif di tengah masyarakat.
4. Menyemarakkan semangat kemerdekaan melalui pembaruan dalam sistem pemasyarakatan.

Festival ini menjadi bukti bahwa sistem pemasyarakatan Indonesia terus berkembang ke arah yang lebih produktif, inklusif, dan manusiawi, di mana pembinaan tak hanya mencakup keamanan, tetapi juga pemberdayaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.