Makna Weton dan Penanggalan Jawa Hari ini: Senin, 23 Juni 2025
Ratu Tiara | 23 Juni 2025, 11:32 WIB

AKURAT.CO Weton hari ini, Senin Legi, 23 Juni 2025 melambangkan ketenangan, sifat bijaksana dan bisa dipercaya sebagai penengah pada berbagai urusan. Neptunya Senin Legi, (neptu: 4 + 5 = 9) pada hari ini tidak terlalu besar, melambangkan keseimbangan sehingga cocok untuk memulai kegiatan sosial, bersilaturahmi dan melakukan banyak kegiatan untuk masyarakat.
Wuku Madhangkunga (hari untuk refleksi dan kesabaran)
Wuku ini menggambarkan pentingnya ketenangan dalam mengambil keputusan. Ditegaskan bahwa hari ini baik untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan, dan menyusun rencana jangka panjang secara tenang.
Kaitan dengan Aktivitas Harian
Cocok untuk melakukan aktivitas selamatan, membaca doa, atau merenungkan niat baik.
Tidak disarankan untuk memulai proyek mendadak atau keputusan bisnis besar (anjuran ini hanya berdasarkan perhitungan jawa).
Ideal untuk belajar, bertadarus, dan kegiatan keagamaan ringan.
Baca Juga: Kalender Jawa Weton Hari Ini 19 Mei 2025: Makna, Karakter, dan Kecocokan Jodoh Senin Legi
Tradisi dan sudut pandang keagamaan
Penanggalan Jawa adalah warisan budaya yang kaya akan simbol dan hikmah. Bagi yang mempercayainya, ini bisa menjadi panduan ringan dalam memilih hari yang dirasa selaras dengan alam dan spiritualitas.
Namun dalam pandangan Islam syariat
Menggunakan weton sebagai bagian dari budaya lokal diperbolehkan asal tidak diyakini mutlak memberikan pengaruh pada nasib seseorang. Bahaya jika dianggap sebagai bentuk tahayul atau syirik.
Jika dijadikan patokan pasti nasib baik dan buruk, hal ini tentu menjadi haram, karena bisa menggeser ketawakalan dan jika dijadikan kepercayaan mutlak maka sama saja menyakini adanya entitas lain, selain Allah SWT.
Pemahaman dari sejumlah ulama juga menjelaskan bahwa primbon atau weton masih boleh dipelajari sebagai warisan budaya, selama tidak dijadikan pedoman utama dalam menentukan keputusan dalam hidup.
Demikian panduan menilik panduan hari berdasarkan penanggalan Jawa, ini panduan tradisi yang boleh dihargai atau diabaikan sesuai keyakinan masing-masing.
Bagi yang tidak mempercayai jangan langsung menilai ini sebuah kemusyrikan, tapi lihat sebagai nilai budaya dan hiasan spritual yang memperkaya ilmu pengetahuan.
Bayu Aji Pamungkas Magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







