Akurat

Mitos dan Fakta Seputar Weton: Benarkah Hanya Kepercayaan Kuno?

Shalli Syartiqa | 12 Juni 2025, 12:31 WIB
Mitos dan Fakta Seputar Weton: Benarkah Hanya Kepercayaan Kuno?

AKURAT.CO Weton adalah konsep hari kelahiran dalam tradisi Jawa yang menggabungkan hari dalam seminggu (Senin hingga Minggu) dengan hari pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon) untuk membentuk siklus 35 hari yang unik.

Sistem ini berakar dari perpaduan kalender Saka Hindu dan penanggalan Hijriyah, menunjukkan bagaimana budaya Jawa mengadopsi dan mengintegrasikan berbagai pengaruh ke dalam tradisinya.

Weton bukan sekadar penanda tanggal, tetapi dipercaya memiliki filosofi dan makna yang mendalam terkait karakter, nasib, dan kecocokan dalam berbagai aspek kehidupan seperti jodoh, rezeki, dan kesehatan.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Langsung Pengukuhan Seribu Hakim di Mahmakah Agung

Mitos Umum Seputar Weton

Banyak masyarakat awam menganggap weton hanyalah mitos kuno tanpa dasar ilmiah yang kuat. Berikut beberapa mitos yang sering beredar tentang weton yang telah dikutip dari berbagai sumber, Kamis (12/6/2025).

1. Weton Menentukan Nasib dan Keberuntungan Secara Mutlak

Ada anggapan bahwa weton seseorang secara pasti menentukan jalan hidup, kesuksesan, atau kegagalan mereka.

2. Weton Membawa Kesialan atau Keberuntungan Ekstrem

Weton tertentu dipercaya membawa sial atau keberuntungan besar tanpa usaha manusia.

3. Weton Hanya Untuk Orang Tertentu

Ada kepercayaan bahwa weton hanya dimiliki atau relevan bagi kalangan tertentu saja.

4. Weton Tidak Bisa Digunakan di Era Modern

Banyak yang menganggap weton usang dan tidak relevan dengan kehidupan modern yang serba digital dan ilmiah.

Baca Juga: Mengenal 'Pandu', Rantis Listrik Maung MV3 EV Produksi PT Pindad yang Diresmikan Prabowo

Fakta Seputar Weton yang Perlu Diketahui

Meski banyak mitos, weton sebenarnya memiliki nilai kultural dan filosofis yang penting dalam masyarakat Jawa.

1. Weton Sebagai Warisan Budaya

Weton adalah bagian dari kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun dan masih dipakai dalam tradisi adat Jawa seperti penentuan hari baik dan kecocokan pernikahan.

2. Perhitungan Weton Tidak Sekadar Tebakan

Penentuan weton melibatkan perhitungan neptu yang sistematis berdasarkan hari dan pasaran dengan nilai tertentu, menunjukkan aspek matematis dan filosofis.

3. Weton Mendorong Introspeksi dan Kesadaran Diri

Banyak praktisi modern menggunakan weton sebagai alat untuk refleksi diri, memotivasi pengembangan karakter dan kesadaran emosional.

4. Keterkaitan dengan Kehidupan Sosial dan Budaya

Weton berfungsi sebagai panduan sosial, membantu mempererat hubungan dan menjaga harmoni dalam masyarakat melalui tradisi dan ritual.

Dengan begitu, weton bukan hanya sekadar kepercayaan lama yang kuno, tetapi bagian penting dari kekayaan budaya yang bisa terus diapresiasi dan dikembangkan sesuai zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.