Wujudkan Harmoni Keberagaman, ASG Mulai Pembangunan Masjid Al-Ikhlas PIK

AKURAT.CO Agung Sedayu Group resmi memulai pembangunan Masjid Al-Ikhlas PIK dengan menggelar seremoni Pemancangan Perdana di Simpang Empat–Gate 5 Riverwalk Island, Pantai Indah Kapuk (PIK).
Masjid ini menjadi bagian dari konsep kawasan multi-keberagaman yang menghadirkan empat rumah ibadah—Masjid, Gereja, Vihara, dan Kelenteng—sebagai simbol toleransi dan keharmonisan dalam kehidupan beragama.
Acara ini diawali dengan khutbah Jumat oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang dilanjutkan dengan salat Jumat bersama.
Tokoh masyarakat, pemuka agama, santriwan dan santriwati Pesantren Assalam Kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang, serta masyarakat sekitar turut hadir, dengan jumlah jamaah mencapai hampir 1.000 orang.
Masjid ini akan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2.435 meter persegi, dengan bangunan seluas kurang lebih 1.248 meter persegi.
Mengusung konsep Islamic Classical Architecture, desain eksteriornya berbentuk kotak dengan pilar-pilar megah yang mencerminkan kekokohan, sementara interiornya berbentuk lingkaran untuk menciptakan suasana spiritual yang damai dan nyaman.
Baca Juga: Contoh 50 Tema Kultum Ramadhan Hari ke-9, Cocok untuk Disampaikan di Masjid dan Musholla
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, dalam sambutannya menyebutkan bahwa masjid adalah dekorasi langit.
Menurutnya, semakin banyak rumah ibadah yang dibangun, semakin kokoh pula keberadaan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat.
"The Real Indonesia adalah ketika rumah ibadah berdiri megah di berbagai tempat. Itu tiang pancang langit yang kita bangun. Tidak akan runtuh selama ada orang yang memanggil nama Tuhan di bawah langit ini," ujarnya, Jumat (7/3/2025).
Masjid ini akan dilengkapi dengan ruang salat utama, selasar luar, taman hijau, serta akses kendaraan yang terpisah, guna meningkatkan kenyamanan jamaah.
Dengan kapasitas kurang lebih 600 orang, Masjid Al-Ikhlas PIK ditargetkan rampung pada akhir 2025, dengan total biaya konstruksi sekitar Rp45 miliar.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Agung Sedayu Group, Nono Sampono, menjelaskan, pertumbuhan kawasan PIK turut meningkatkan kebutuhan tempat ibadah.
"Sebagai informasi tambahan, kami juga melaporkan kepada Bapak Menteri Agama RI bahwa kami akan membangun satu lagi masjid yang lebih besar, berkapasitas sekitar 5.000 jamaah, yang berlokasi di Taman Bhinneka PIK2. Kami berharap proses konstruksi berjalan lancar agar dapat selesai sesuai target pada akhir 2026," ungkapnya.
Masjid Al-Ikhlas PIK tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga diharapkan menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
Nasaruddin Umar, menyoroti pesatnya perubahan di kawasan PIK.
"Lima tahun lalu, jika kita melihat dari atas, yang terlihat hanyalah sampah, air hitam, dan lingkungan yang kumuh. Namun kini, kawasan ini menjadi simbol kemajuan yang luar biasa. Ini seperti mimpi Indonesia di masa depan yang datang lebih awal," katanya.
Beliau juga menekankan pentingnya kesadaran universal dalam menerima nilai-nilai kebaikan dan keindahan.
"Insya Allah, kehadiran masjid ini akan menjadi pusat pencerahan di kawasan ini. Siapapun yang berupaya menciptakan sarana mendekatkan manusia dengan Tuhannya patut diapresiasi," tambahnya.
Sebagai bagian dari acara Pemancangan Perdana, Agung Sedayu Group membagikan 1.000 paket sembako, yang terdiri dari beras, tepung terigu, mi instan, margarin, dan sirup, kepada anak-anak yatim, petugas kebersihan, dan pekerja di wilayah PIK1 dan PIK2.
Dengan dimulainya pembangunan Masjid Al-Ikhlas PIK, Agung Sedayu Group kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan kawasan yang berkembang secara infrastruktur, sekaligus memperkuat nilai keberagaman, toleransi, dan spiritualitas untuk kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










