Akurat

Survei: Perempuan Indonesia Makin Mandiri Secara Finansial, Tapi Masih Dihantui Beban Ganda

Oktaviani | 1 Maret 2025, 16:25 WIB
Survei: Perempuan Indonesia Makin Mandiri Secara Finansial, Tapi Masih Dihantui Beban Ganda

AKURAT.CO Perempuan di Indonesia telah mengalami kemajuan pesat dalam hal keamanan finansial, tetapi masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola kekayaan dan perencanaan keuangan mereka.

Survei terbaru Sun Life Asia, Women’s Wealth in Focus: Building Confidence and Security, mengungkapkan, meskipun kesejahteraan finansial perempuan Indonesia lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya, tekanan dari tanggung jawab keluarga dan kurangnya akses terhadap produk keuangan yang sesuai masih menjadi hambatan utama.

Lebih dari tiga perempat (78 persen) perempuan Indonesia merasa kondisi keuangan mereka lebih baik dibandingkan ibu mereka saat seusia mereka. Namun, tanggung jawab multi-generasi tetap menjadi beban berat.

Sebanyak 32 persen perempuan mengaku stres karena harus mengurus kebutuhan finansial anak dan orang tua secara bersamaan. Fenomena ini dikenal sebagai "Generasi Sandwich", di mana perempuan terjepit di antara dua generasi yang bergantung pada mereka.

Menariknya, meskipun 65 persen perempuan sudah menabung untuk perawatan lansia orang tua mereka, hanya 11 persenyang mengharapkan dukungan finansial penuh dari anak-anak mereka di masa depan.

Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Man City vs Plymouth: Tuan Rumah tanpa Haaland, Marmoush Starter

Ini menunjukkan, perempuan Indonesia semakin ingin mandiri secara finansial dan tidak membebani generasi berikutnya.

Dalam mengelola keuangan, kesehatan menjadi faktor utama yang mempengaruhi keputusan finansial perempuan (59 persen), diikuti oleh pembelian rumah (46 persen) dan perubahan pendapatan (38 persen).

Sayangnya, kurangnya literasi keuangan masih menjadi hambatan besar. Lebih dari setengah responden (56 persen) mengaku belum memahami konsep keuangan dengan baik. Tantangan lain termasuk:

- Ketimpangan pendapatan: 45 persen perempuan menyatakan bahwa gaji mereka lebih rendah dibandingkan laki-laki dalam profesi yang sama.

- Biaya kesehatan tinggi: 43 persen merasa biaya medis yang mahal menjadi beban utama.

- Minimnya akses ke produk keuangan yang sesuai: 54 persen perempuan kesulitan menemukan layanan keuangan yang cocok dengan kebutuhan mereka.

Bagi para ibu, tujuan utama mereka adalah menjamin keamanan finansial jangka panjang, dengan prioritas:

- Menabung untuk pendidikan anak (69 persen) 
- Membangun dana darurat (53 persen)
- Mengajarkan literasi keuangan dan investasi kepada anak-anak (50 persen)

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Piala FA Malam Ini: Man City vs Plymouth, Bournemouth vs Wolves

Saat ditanya apa arti keamanan finansial, mayoritas perempuan menyebut:

- Memiliki tabungan untuk pengeluaran tak terduga (74 persen)
- Bebas dari utang (68 persen)
- Memiliki pendapatan pasif yang stabil (48 persen)

Perempuan Indonesia terus berjuang menyeimbangkan keuangan mereka dengan tanggung jawab keluarga.

Sebanyak 66 persen perempuan lebih mengutamakan kebutuhan finansial anak dan orang tua dibandingkan kebutuhan pribadi mereka.

Bahkan, 78 persen perempuan mengorbankan perawatan medis pribadi, seperti pemeriksaan gigi dan cek kesehatan tahunan, demi membiayai pengobatan keluarga mereka.

Hampir 44 persen perempuan menilai pemahaman mereka tentang keuangan masih di tingkat dasar atau pemula.

Meskipun sebagian besar tahu berapa saldo pensiun mereka (75 persen) dan suku bunga terkini (59 persen), masih banyak yang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan:

Baca Juga: iPhone 16 Dipastikan Masuk Indonesia, Segini Komitmen Investasi Apple

- 64 persen perempuan dengan hipotek tidak tahu berapa sisa utang mereka.
- 35 persen tidak mengetahui hasil tahunan rata-rata dari investasi mereka.
- 63 persen perempuan lebih nyaman berkonsultasi dengan penasihat keuangan perempuan.

President Commissioner Sun Life Indonesia, Elin Waty, menegaskan, perempuan Indonesia menghadapi tantangan finansial yang kompleks.

"Survei kami menemukan bahwa lebih dari setengah (54 persen) perempuan mengalami kesulitan menemukan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sun Life berkomitmen untuk menyediakan edukasi dan akses ke produk keuangan yang inklusif, mendukung perencanaan finansial jangka panjang, serta membantu perempuan dalam menabung untuk pendidikan anak, membangun dana darurat, dan merencanakan masa depan yang lebih aman," kata dia, Sabtu (1/3/2025).

Senada dengan itu, Kah Jing Lee, Chief Client Officer Sun Life Indonesia, menambahkan, perempuan Indonesia semakin percaya diri dalam mengelola keuangan mereka, tetapi masih kesulitan menemukan solusi yang sesuai.

"Sun Life berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan yang lebih personal, fleksibel, dan inovatif guna mendukung perjalanan finansial perempuan di setiap tahap kehidupan mereka," katanya.

Survei ini dilakukan pada Desember 2024 terhadap 3.023 perempuan di Indonesia, Hong Kong SAR, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam.

Sebagian besar responden berasal dari latar belakang pendapatan menengah hingga tinggi dengan usia minimum 30 tahun.

Dengan meningkatnya kesadaran perempuan terhadap pentingnya keamanan finansial, kini saatnya mereka mendapatkan akses yang lebih luas terhadap produk keuangan yang sesuai.

Keuangan yang sehat bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang berkembang dan meraih masa depan yang lebih cerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.