8 Tanda Kepribadian Kuat yang Bukan Narsisisme: Apa Bedanya?

AKURAT.CO Ada perbedaan mendasar antara memiliki kepribadian yang kuat dan menjadi seorang narsisis. Perbedaan ini terletak pada niat.
Narsisisme sering kali melibatkan dorongan untuk mengunggulkan diri dengan mengorbankan orang lain, sementara kepribadian yang kuat justru mencerminkan rasa percaya diri dan penghargaan terhadap kebutuhan orang lain.
Psikologi menunjukkan bahwa perbedaan ini tidak selalu mudah dikenali. Namun, menurut Global English Editing, berikut adalah delapan tanda bahwa seseorang memiliki kepribadian yang kuat, bukan narsisis:
1. Tegas, Bukan Agresif
Orang dengan kepribadian kuat mampu menyampaikan pendapatnya dengan tegas tanpa bersikap agresif.
Ketegasan berarti menghargai pandangan orang lain, sementara agresivitas cenderung memaksakan kehendak tanpa mempedulikan perasaan.
2. Menghargai Hubungan
Mereka yang memiliki kepribadian kuat mampu menjaga hubungan yang sehat meskipun ada perbedaan pendapat.
Baca Juga: Indonesia sebagai Episentrum Peradaban Purba: 130 Tahun Pithecanthropus Erectus
Sebaliknya, narsisis sering kali kesulitan menjaga hubungan karena lebih memprioritaskan kebutuhan pribadi.
3. Bersedia Mengakui Kesalahan
Kepribadian yang kuat ditunjukkan melalui kemampuan untuk mengakui kesalahan.
Hal ini mencerminkan kerendahan hati dan kematangan, sesuatu yang sulit dilakukan oleh narsisis yang cenderung menghindari tanggung jawab.
4. Lebih Banyak Mendengarkan Daripada Berbicara
Seseorang dengan kepribadian kuat tahu kapan harus mendengarkan. Mereka menghargai perspektif orang lain dan
fokus pada memahami, berbeda dengan narsisis yang biasanya mendominasi percakapan.
5. Otentik
Kepribadian yang kuat terlihat dari keaslian seseorang. Mereka nyaman menjadi diri sendiri tanpa berpura-pura. Narsisis, sebaliknya, sering memanipulasi citra mereka agar terlihat lebih baik di mata orang lain.
6. Tidak Takut Terhadap Kritik
Mereka yang memiliki kepribadian kuat mampu menerima kritik dengan bijaksana, melihatnya sebagai peluang untuk belajar dan berkembang.
Narsisis sering kali merasa terancam oleh kritik karena dianggap merusak citra diri mereka.
7. Menghargai Batasan
Orang dengan kepribadian kuat memahami pentingnya batasan dan menghormati ruang pribadi orang lain. Narsisis sering melanggar batasan demi memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Baca Juga: Hasto Kutip Pernyataan Bung Karno: Penjara Adalah Jalan Pengorbanan untuk Cita-cita Besar
8. Menghargai Pengembangan Diri
Kepribadian yang kuat terlihat dari keinginan untuk terus belajar dan berkembang.
Orang seperti ini tidak berhenti memperbaiki diri, sementara narsisis lebih fokus mempertahankan citra diri yang telah dibentuk.
Kepribadian yang kuat ditandai dengan rasa percaya diri, otentisitas, dan penghargaan terhadap orang lain. Di sisi lain, narsisisme sering kali dikaitkan dengan kurangnya empati dan sikap egois.
Seperti yang pernah dikatakan oleh Carl Jung, “Hal yang paling menakutkan adalah menerima diri sendiri sepenuhnya.”
Penerimaan diri melibatkan pengakuan atas kekuatan dan kelemahan, serta keinginan untuk terus berkembang.
Jika Anda melihat tanda-tanda ini dalam diri Anda, itu adalah indikator kepribadian yang kuat.
Namun, lebih dari sekadar label, penting untuk memahami dampak dari tindakan Anda terhadap orang lain. Kesadaran diri adalah langkah pertama menuju kematangan pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










