Ingin Disukai Banyak Orang? Hindari 7 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

AKURAT.CO Anda perlu menghindari 7 kebiasaan ini agar disukai banyak orang, baik di lingkungan sosial, tempat kerja, maupun keluarga.
Namun, terkadang tanpa sadar, kebiasaan-kebiasaan tertentu justru bisa membuat kita terlihat kurang menarik atau tidak disukai.
Baca Juga: Apakah Tanggal 27 Desember 2024, Libur atau Tidak? Cek Fakta Lengkapnya di Sini
Menurut psikolog, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar bisa membangun hubungan yang lebih baik dan disukai banyak orang.
Berikut ini adalah tujuh kebiasaan yang perlu dihindari agar lebih disukai oleh orang lain menurut psikologi, seperti yang dirangkum dari berbagai sumber pada Rabu (18/12/2024).
1. Berpura-pura menjadi seseorang yang bukan dirimu'
Sangat menggoda untuk mengubah bagian-bagian diri Anda agar sesuai, tetapi kebiasaan ini lebih banyak ruginya daripada manfaatnya. Orang-orang dapat merasakan ketika Anda tidak bersikap autentik, dan itu sangat tidak menarik.
Sebaliknya, rangkul keunikan dan hasrat Anda. Keaslian bersifat magnetis dan akan menarik orang-orang yang tepat ke dalam hidup Anda dan menciptakan hubungan yang tulus. Selain itu, menjadi diri sendiri jauh lebih tidak melelahkan daripada mencoba mempertahankan kepura-puraan.
2. Terus mencari validasi
Meskipun wajar untuk menginginkan persetujuan, mencari pujian atau membutuhkan kepastian untuk setiap keputusan dapat dianggap sebagai sesuatu yang tidak aman. Pernyataan seperti "Apakah itu baik-baik saja?" atau terlalu memamerkan pencapaian Anda dapat menguras tenaga orang-orang di sekitar Anda.
Percayai naluri Anda, rayakan kemenangan Anda secara pribadi, dan ketahuilah nilai Anda tanpa perlu orang lain untuk mengonfirmasinya. Ketika Anda memancarkan rasa percaya diri, orang lain secara alami akan memperhatikannya.
3. Terlalu cepat berbagi informasi pribadi
Membahas hal-hal yang sangat pribadi dengan seseorang yang baru Anda temui mungkin membuat mereka tidak yakin bagaimana menanggapinya.
Sebaliknya, mulailah dengan detail yang ringan dan relevan serta ukur tingkat kenyamanan orang lain sebelum membahasnya lebih dalam. Pendekatan yang terukur ini menumbuhkan rasa percaya sekaligus menjaga interaksi tetap nyaman dan tulus.
4. Terlalu banyak meminta maaf
Mengatakan "maaf" untuk setiap hal kecil mungkin tampak sopan, tetapi hal itu dapat mengurangi dampak permintaan maaf Anda jika memang benar-benar penting. Alihkan fokus Anda ke rasa terima kasih atau pengakuan.
Daripada mengatakan "Maaf saya terlambat", cobalah "Terima kasih sudah menunggu". Perubahan halus ini menjaga kepercayaan diri Anda dan menciptakan nada yang lebih positif.
5. Membual atau merendahkan diri
Pernyataan seperti "Saya sangat sibuk karena semua orang ingin mendengar saran saya" sering kali dianggap tidak tulus dan mementingkan diri sendiri. Biarkan tindakan Anda berbicara sendiri.
Bagikan pencapaian secara autentik jika relevan, tetapi hindari keinginan untuk memamerkannya terus-menerus.
6. Terlalu kritis terhadap orang lain
Kritik, terutama jika sering atau kasar, menciptakan suasana negatif dan dapat membuat orang merasa dihakimi dan defensif. Fokus pada kebaikan dan dorongan.
Puji usaha seseorang sebelum memberikan umpan balik yang membangun. Mengubah pola pikir Anda dari kritik ke dukungan membuat Anda lebih mudah didekati dan membangun hubungan yang lebih kuat.
7. Mendominasi percakapan
Memonopoli diskusi, bahkan tanpa sengaja, dapat membuat orang lain merasa tidak terlihat. Memotong pembicaraan atau terus-menerus mengarahkan topik kembali ke diri sendiri mungkin dianggap sebagai sikap mementingkan diri sendiri.
Dengarkan secara aktif, ajukan pertanyaan yang bijaksana, dan tunjukkan minat yang tulus terhadap apa yang dikatakan orang lain. Pertanyaan sederhana seperti "Apa pendapat Anda tentang ini?" dapat membuat orang merasa dihargai dan terlibat.
Membuat kesan yang bertahan lama tidak memerlukan gerakan yang berlebihan atau perilaku yang mencolok.
Dengan bersikap autentik, baik, dan benar-benar tertarik pada orang lain, Anda secara alami akan menarik perhatian orang lain.
Mulailah melepaskan tujuh perilaku ini dan Anda akan melihat betapa mudahnya Anda mulai meninggalkan kesan positif pada orang-orang di sekitar Anda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









