Jepang Gelar Lomba Bengong, Dinilai dari Detak Jantung

AKURAT.CO Jepang, negara yang dikenal dengan inovasi teknologi dan budaya kerja kerasnya, selalu berhasil mencuri perhatian dunia dengan tradisi unik.
Salah satu hal menarik yang kini mulai populer adalah lomba bengong.
Nama lomba tersebut yakni Tokyo Bouttosuru Competition atau Space-out Competition.
Mungkin terdengar tak biasa tetapi sebenarnya memiliki makna yang dalam.
Kompetisi ini mengharuskan peserta untuk duduk diam tanpa melakukan apapun selama 90 menit.
Selain kemampuan untuk melamun, kompetisi space-out juga dinilai dari aspek teknis dan artistik.
Juri memperhatikan kestabilan detak jantung serta unsur estetika.
Peserta diperbolehkan menggunakan alat peraga apapun.
Ada satu peserta yang sangat berkomitmen, terlihat membawa es krim dan memegangnya sambil melamun hingga es tersebut meleleh.
Baca Juga: Korupsi ASDP, KPK Sita Rumah di Kawasan Elite Pondok Indah hingga Menteng
Walaupun terlihat santai, penyelenggara turnamen dengan tegas menjelaskan bahwa space-out bukanlah tidur.
Faktanya, satu-satunya aturan ketat dalam kompetisi ini adalah larangan tidur, yang bisa menyebabkan diskualifikasi.
Aturan ini diterapkan dengan sistem kartu kuning dan merah layaknya dalam sepak bola.
Menurut laporan Independent.co.uk, kompetisi bengong pertama kali diadakan pada tahun 2014 di Seoul, Korea Selatan, oleh seorang seniman visual bernama Woopsyang.
Ia menciptakan acara ini sebagai tanggapan atas rasa lelah yang dialaminya karena gaya hidup yang serba cepat.
Tujuan utamanya adalah mengajak orang untuk beristirahat dan melamun tanpa merasa bersalah karena tidak melakukan hal yang produktif.
Kompetisi bengong di Tokyo kini telah menjadi acara tahunan yang menarik banyak pelamar.
Baca Juga: Raffi Ahmad Resmi Dilantik Jadi Utusan Khusus Presiden, Intip Gaji dan Tunjangannya
Pada tahun ini, dari 528 pendaftar, hanya 90 peserta yang terpilih.
Terdiri dari 60 kelompok yang berpartisipasi dalam acara unik ini.
Selain individu, lomba ini juga diikuti oleh tim, di mana peserta bekerja sama untuk tetap tenang dan diam sepanjang durasi lomba. (Maulida Sahla Sabila)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








