Profil dan Kisah Hidup Ni Luh Puspa, Jurnalis yang Dikabarkan Jadi Wamen Kabinet Prabowo Subianto

AKURAT.CO Ni Luh Puspa adalah jurnalis Kompas TV yang dikenal karena dedikasinya dalam dunia media dan jurnalistik. Ia lahir di Bali dan memiliki perjalanan hidup penuh perjuangan. Saat masih bayi, Ni Luh dan keluarganya mengikuti program transmigrasi ke Sulawesi, namun ketika ia berusia tujuh tahun, keluarganya kembali ke Pulau Dewata untuk memulai hidup baru.
Sebagai anak pertama, Ni Luh tumbuh dalam pengasuhan kakek dan neneknya. Dari mereka, ia belajar nilai kerja keras dan tanggung jawab sejak dini. Hidup di desa mengajarkannya untuk tidak bergantung pada keadaan. Salah satu rutinitasnya adalah membantu sang kakek membuat tali bambu yang kemudian dijual ke pasar. Pekerjaan ini menjadi salah satu cara untuk menambah penghasilan keluarga.
Selain itu, saat musim kemarau tiba dan sungai di sekitar rumahnya mengering, Ni Luh terbiasa bekerja sebagai pengumpul batu. Ia juga ikut serta dalam musim panen dengan bekerja sebagai buruh petik bersama kakek dan neneknya. Meski hidupnya tak mudah, ia selalu menunjukkan semangat pantang menyerah.
Ketika memasuki usia remaja dan duduk di bangku SMA, Ni Luh mulai bekerja untuk membantu biaya sekolah adik-adiknya. Meskipun ia mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui beasiswa, ia memilih untuk menunda kuliah demi memprioritaskan kebutuhan keluarga.
Baca Juga: Pembekalan Prabowo ke Calon Menteri dan Wamen Jadi Terobosan Baru dalam Sejarah
Selepas SMA, Ni Luh bekerja di sebuah pabrik garmen besar di Bali. Dari pekerjaan ini, ia mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menyisihkan sedikit uang sebagai tabungan. Tak hanya itu, ia juga menjajal berbagai pekerjaan lain, termasuk menjadi sales sepatu yang menjual produknya secara door-to-door di berbagai kota, serta bekerja di sebuah hotel.
Pada tahun 2010, Ni Luh mulai merintis karier di dunia jurnalistik. Dengan berbekal ijazah SMA, ia memutuskan untuk merantau ke Makassar. Di kota tersebut, ia tinggal berdekatan dengan seorang tetangga yang bekerja sebagai wartawan, penyiar radio, sekaligus presenter TV lokal. Pertemanan dengan tetangga ini menjadi titik awal Ni Luh mengenal dunia jurnalistik lebih dalam.
Ni Luh sempat mencoba bekerja di sebuah stasiun radio, tetapi ia merasa kurang cocok dengan lingkungan tersebut. Hingga suatu hari, ia mengantarkan seorang teman magang ke studio radio lain dan secara tidak sengaja bertemu dengan Asdar Muis, seorang penulis sekaligus pimpinan radio tersebut.
Pertemuan itu menjadi momen penting dalam perjalanan karier Ni Luh. Asdar Muis menawarkan kesempatan kepadanya untuk bekerja di radio, dan Ni Luh pun menerimanya dengan antusias. Ia belajar banyak tentang jurnalistik dan siaran radio, meskipun siaran pertamanya penuh tantangan dan mendapatkan kritik dari atasan.
Setelah memiliki pengalaman sebagai penyiar radio, Ni Luh mencoba peruntungan di dunia televisi. Ia mengikuti audisi presenter dan berhasil meraih juara dua. Prestasi ini membuka jalan bagi kariernya di industri televisi, di mana ia mulai bekerja di Sun TV Makassar sambil melanjutkan pendidikan.
Selain di Sun TV, Ni Luh juga pernah bekerja di sebuah tabloid dan menjadi presenter cadangan untuk RCTI Makassar. Pengalamannya di berbagai media memperkuat kemampuannya dalam menyampaikan berita dan memahami dinamika jurnalistik.
Pada tahun 2016, Ni Luh akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di STIE Nobel Indonesia, Makassar. Setelah itu, pada tahun 2018, ia resmi bergabung dengan Kompas TV. Kehadirannya di Kompas TV membuat namanya semakin dikenal di dunia jurnalistik nasional.
Di Kompas TV, Ni Luh tidak hanya berperan sebagai presenter, tetapi juga dipercaya untuk mengelola program sendiri bertajuk "Ni Luh". Program ini mengusung konsep liputan investigasi yang membahas isu-isu hangat di masyarakat, mulai dari politik, hukum, hingga ekonomi.
Ni Luh Puspa dikenal sebagai sosok yang penuh semangat dan berani menghadapi tantangan. Ia tak ragu terjun langsung ke lapangan untuk meliput berbagai peristiwa penting, termasuk situasi yang membutuhkan keberanian ekstra.
WamenBaca Juga: Riza Patria Jadi Wamen, Ridwan Kamil: Bukti Ketua Timses Rido Bukan Kaleng-kaleng
Perjalanan hidup Ni Luh Puspa yang penuh liku dan pengorbanan mengajarkan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat membuka jalan menuju kesuksesan. Kariernya di dunia media membuktikan bahwa latar belakang bukanlah halangan untuk meraih impian.
Kesuksesan Ni Luh di Kompas TV tidak lepas dari perjalanan panjang yang penuh dengan pembelajaran dan pengalaman berharga. Ia adalah bukti nyata bahwa ketekunan dan usaha tak kenal lelah dapat membawa seseorang mencapai tujuan.
Saat ini, Ni Luh Puspa dikenal sebagai jurnalis yang memiliki pengaruh besar di Kompas TV. Ia telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengemas berita dan menyajikan informasi kepada masyarakat dengan kredibilitas tinggi.
Kisah hidupnya juga menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang berasal dari latar belakang sederhana namun memiliki impian besar. Ni Luh membuktikan bahwa kesempatan akan selalu ada bagi mereka yang mau berusaha dan berjuang.
Dengan pengalamannya yang luas dan kemampuan jurnalistik yang mumpuni, Ni Luh Puspa kini diisukan menjadi kandidat untuk posisi wakil menteri dalam kabinet yang dipimpin oleh Prabowo dan Gibran. Isu ini semakin menguatkan citranya sebagai sosok pekerja keras dan visioner.
Terlepas dari apakah ia akan bergabung dalam pemerintahan atau tidak, Ni Luh Puspa telah menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang layak diandalkan dalam berbagai bidang. Ia telah melalui perjalanan hidup yang panjang dan penuh perjuangan, menjadikannya sosok yang inspiratif.
Keberhasilan Ni Luh Puspa di dunia jurnalistik adalah bukti bahwa impian dapat terwujud dengan usaha dan tekad kuat. Ia bukan hanya seorang jurnalis, tetapi juga contoh nyata bahwa keberanian dan ketekunan dapat mengubah nasib seseorang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







