Akurat

Apa Itu Culture Shock? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

Rahmat Ghafur | 30 Mei 2024, 17:21 WIB
Apa Itu Culture Shock? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Media sosial tengah diramaikan dengan perbincangan netizen soal pindah negara. Hal ini terjadi buntut dari program pemerintah yaitu Tapera.

Banyak netizen yang tidak setuju dengan program Tapera karena dinilai kurang sesuai dengan kondisi saat ini dan juga rawan akan terjadinya korupsi.

Baca Juga: Perhatian! Ini 10 Tantangan Penting yang Harus Dihadapi Saat Pindah ke Negara Lain

Dengan demikian, netizen berkeinginan untuk pindah negara. Namun, pindah ke negara baru atau lingkungan yang berbeda bisa menjadi pengalaman yang mendebarkan sekaligus menantang.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi banyak orang dalam situasi ini adalah culture shock.

Sebenarnya apa itu culture shock dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini informasi selengkapnya mengenai culture shock.

Pengertian Culture Shock

Culture shock adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kebingungan, ketidakpastian, dan kecemasan yang dialami seseorang ketika mereka berada di lingkungan budaya yang berbeda dari yang biasa mereka kenal.

Gejala-gejala culture shock bisa berupa homesickness, frustasi, kebingungan, dan bahkan depresi.

Gejala-gejala ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perbedaan bahasa, norma sosial, makanan, adat istiadat, dan nilai-nilai budaya.

Seseorang yang mengalami culture shock mungkin merasa sulit untuk memahami atau menyesuaikan diri dengan cara hidup yang baru, yang bisa menyebabkan stres dan ketidaknyamanan.

Cara Mengatasi Culture Shock

Menghadapi dan mengatasi culture shock bisa menjadi proses yang panjang, tetapi ada beberapa strategi yang dapat membantu memudahkan transisi:

1. Belajar Bahasa Lokal

Menguasai bahasa lokal bisa sangat membantu dalam mengurangi perasaan isolasi dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

Meskipun hanya menguasai dasar-dasarnya, ini dapat membantu untuk meningkatkan rasa percaya diri sehingga bisa diterima di lingkungan baru.

2. Tetap Terhubung dengan Budaya Asal

Mempertahankan beberapa aspek dari budaya asa, seperti makanan, musik, dan tradisi, dapat memberikan rasa kenyamanan dan stabilitas.

Ini bisa membantu mengurangi homesickness dan menjaga keseimbangan emosional.

3. Buka Pikiran dan Bersikap Fleksibel

Cobalah untuk bersikap terbuka dan menerima perbedaan budaya.

Memahami bahwa perbedaan tersebut adalah bagian dari pengalaman baru yang dapat membuat seseorang menyesuaikan diri dengan lebih baik.

Selain itu, bersikap fleksibel dan tidak terlalu keras pada diri sendiri.

4. Jalin Hubungan Sosial

Membangun jaringan sosial dengan orang-orang dari budaya baru dapat memberikan dukungan emosional dan praktis.

Bergabung dengan komunitas lokal, kelompok ekspatriat, atau klub yang sesuai dengan minat dan bakat sehingga dapat terhubung dan merasa lebih diterima.

5. Cari Tahu dan Pelajari Budaya Baru

Memahami latar belakang dan norma-norma budaya baru bisa membuat seseorang merasa lebih nyaman.

Membaca buku, menonton film, atau mengikuti kursus tentang budaya baru adalah cara yang bagus untuk mendapatkan wawasan dan menghargai perbedaan.

6. Cari Dukungan Profesional

Jika merasa kesulitan mengatasi culture shock, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Konselor atau psikolog yang berpengalaman dalam masalah adaptasi budaya dapat memberikan strategi dan dukungan yang diperlukan.

Culture shock adalah pengalaman umum bagi siapa saja yang pindah ke lingkungan budaya baru.

Dengan memahami culture shock dan menerapkan strategi untuk menghadapinya, tentu saja dapat mempermudah proses penyesuaian dan membuat pengalaman hidup di negara baru menjadi lebih positif dan memuaskan.

Baca Juga: Trending di Medsos, Ini Syarat Pindah Kewarganegaraan ke Jepang, Korea Selatan hingga Singapura

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D