Akurat

Sejarah Hari Raya Waisak, Menjadi Peringatan 3 Peristiwa Penting Umat Buddha

Iim Halimatus Sadiyah | 23 Mei 2024, 15:43 WIB
Sejarah Hari Raya Waisak, Menjadi Peringatan 3 Peristiwa Penting Umat Buddha

AKURAT.CO Menyambut Hari Raya Waisak yang ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional, maka masyarakat harus tau sejarah lengkapnya.

Sejarah Hari Raya Waisak sendiri menceritakan peringatan terhadap 3 peristiwa penting umat Buddha.

Hari Raya Waisak 23 Mei 2024 atau Hari Raya Trisuci Waisak 2568 BE, berarti terdapat tiga peristiwa penting dalam sejarah agama Buddha yang berkaitan dengan Siddharta Gautama, seorang guru spiritual India yang merupakan pendiri agama Buddha.

Umat Buddha menganggap perayaan Hari Raya Waisak ini sebagai peristiwa sakral dan biasa diadakan setiap satu tahun sekali.

Baca Juga: Pesan Puan di Hari Waisak: Banyak Kebajikan dari Buddha Gautama Bisa Jadi Inspirasi

Waisak ini biasa dirayakan pada bulan purnama, dan bertepatan pada bulan Mei, termasuk umat Buddha di Indonesia.

Mengutip berbagai sumber, Kamis (23/5/2024), berikut ini penjelasan lengkap sejarah Hari Raya Waisak yang diperingati oleh umat Buddha.

Sejarah Hari Raya Waisak

Tepat tanggal 23 Mei 2024 saat ini, seluruh umat Buddha merayakan Hari Raya Waisak di dunia untuk memperingati seorang Guru Agung bernama Buddha Gautama. 

Sosok tersebut lahir sebagai seorang guru spiritual dari wilayah timur laut India yang percaya adanya kemewahan dan kekayaan, bukan untuk menjamin kebahagiaan sejati.

Baca Juga: 5 Tradisi Unik Hari Raya Waisak 23 Mei 2024, Khususnya untuk Umat Buddha di Indonesia

Di Bodh Gaya, yang sekarang menjadi tempat suci bagi umat Buddha di India, Siddhartha Gautama mencapai pencerahan di bawah pohon Bodhi. 

Selama perjalanannya, ia belajar meditasi selama sekitar 6 tahun dan hidup sebagai tunawisma.

Umat Buddha mempraktikkan kehidupan asketis, yang berarti menahan diri dari kenikmatan duniawi untuk mencapai keuntungan spiritual. 

Setelah mencapai pencerahan sempurna, Buddha Gautama mengajarkan cara untuk menjadi bebas dari ketidaktahuan, mengatasi nafsu, dan bebas dari penderitaan.

Hingga Sri Lanka mengadakan konferensi pertama tentang Persekutuan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists) pada tahun 1950.

Dari pertemuan itu yang akhirnya telah menetapkan Waisak sebagai hari perayaan kelahiran Buddha di seluruh dunia.

Itulah sejarah Hari Raya Waisak yang sangat penting diketahui dan menjadi ilmu untuk umat Buddha.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.