Akurat

Apa Makna Leap Day yang Jadi Google Doodle Hari Ini? Ternyata Ada Tradisi Menariknya!

Shalli Syartiqa | 29 Februari 2024, 09:52 WIB
Apa Makna Leap Day yang Jadi Google Doodle Hari Ini? Ternyata Ada Tradisi Menariknya!

AKURAT.CO Apa makna leap day yang jadi Google Doodle hari ini?

Dengan kata lain, makna leap day yang jadi Google Doodle hari ini adalah istilah untuk menyebut hari kabisat yaitu tanggal 29 Februari, seperti pada tahun 2024.

"Ini adalah leap day! Leap day, 29 Februari, hanya terjadi setiap empat tahun sekali, untuk membuat kalender kita sejajar dengan Bumi dan matahari. Nikmati hari bonus di Februari ini. Selamat hari kabisat!" tulis keterangan Google Doodle.

Jika Anda membuka halaman Google hari ini, Anda akan melihat gambar atau Google Doodle yang menampilkan gambar katak di kolam dengan warna dominan hijau.

Di dalam gambar, terdapat angka 28, 29 yang ditampilkan di atas kepala katak dan angka 1 di sampingnya.

Lantas, apa makna leap day yang jadi Google Doodle hari ini? simak berikut penjelasannya.

Makna leap day yang jadi Google Doodle hari ini

Tahun 2024 saat ini memiliki satu hari tambahan di akhir bulan Februari, yaitu tanggal 29.

Hari ini disebut sebagai leap day atau hari kabisat, dan hanya terjadi setiap empat tahun sekali.

Leap day adalah cara untuk menyesuaikan kalender kita dengan perputaran bumi mengelilingi matahari.

Sebenarnya, bumi membutuhkan waktu lebih dari 365 hari untuk menyelesaikan satu putaran penuh, yaitu sekitar 365 hari, 5 jam, 48 menit, dan 46 detik.

Namun, kalender hanya menghitung 365 hari dalam satu tahun, sehingga ada selisih waktu yang terakumulasi setiap tahunnya.

Jika tidak menambahkan satu hari ekstra setiap empat tahun, maka kalender dan musim akan semakin tidak sinkron dan akan berpengaruh pada siklus pertanian, penanggalan, dan kegiatan lain yang bergantung pada musim.

Konsep tahun kabisat sudah dikenal sejak zaman Romawi kuno, ketika Kaisar Julius Caesar mengubah kalender yang sebelumnya berdasarkan bulan menjadi kalender yang berdasarkan matahari.

Ia menetapkan bahwa setiap tahun yang bisa dibagi empat adalah tahun kabisat, dan menambahkan satu hari di akhir bulan Februari, yang merupakan bulan terakhir dalam kalender Romawi

Namun, sistem ini masih belum sempurna, karena ada perbedaan sekitar 11 menit antara tahun kabisat dan tahun matahari.

Akibatnya, kalender menjadi terlalu cepat sekitar 10 hari dalam kurun waktu 1.500 tahun.

Untuk mengatasi masalah ini, Paus Gregorius XIII mengadopsi kalender Gregorian pada tahun 1582, yang merupakan kalender yang digunakan sekarang.

Kalender ini menambahkan aturan tambahan untuk menentukan tahun kabisat, yaitu tahun yang bisa dibagi 100 bukan tahun kabisat, kecuali jika bisa dibagi 400.

Misalnya, tahun 2000 adalah tahun kabisat, tetapi tahun 2100 dan 2200 bukan tahun kabisat. Dengan demikian, kalender Gregorian lebih akurat dan sesuai dengan siklus Matahari.

Menariknya, terdapat tradisi menarik saat leap day. Leap day merupakan tradisi yang diadakan setiap empat tahun sekali.

Salah satu yang paling terkenal adalah tradisi yang memperbolehkan wanita untuk melamar pria pada leap day, yang berasal dari Irlandia pada abad ke-5.

Jika pria menolak lamaran wanita, maka ia harus memberikan hadiah berupa cincin, uang, atau gaun kepada wanita tersebut.

Tradisi ini kemudian menyebar ke Skotlandia, Inggris, dan Amerika Serikat, dan sering dijadikan tema film atau cerita romantis.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.